BANDUNG, DISWAY.ID-- Kerja keras tim SAR gabungan dalam operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), membuahkan hasil signifikan.
Hingga Minggu (1/2), petugas berhasil mengevakuasi total 74 kantong jenazah (body packs) dari timbunan material tanah yang meluluhlantakkan kawasan tersebut.
Kepala Kantor Basarnas Bandung, Ade Dian Permana, mengungkapkan bahwa penemuan massal ini terjadi setelah tim memperluas area pencarian, khususnya di sektor Worksite A3.
BACA JUGA:Sikat Spekulan! Bapanas Ancam Pidanakan RPH Nakal, Kementan Siap Cabut Izin Impor Feedloter
Strategi perluasan ini terbukti efektif dalam menyisir titik-titik yang sebelumnya sulit dijangkau alat berat maupun manual.
"Hingga sore ini, total yang berhasil dievakuasi berjumlah 74 kantong jenazah. Berdasarkan data laporan warga, diperkirakan masih ada sekitar enam korban lagi yang masih dalam pencarian," terang Ade dalam keterangan resminya, Senin (2/2).
Seluruh jenazah yang ditemukan langsung dilarikan ke posko Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi medis.
Mengingat kondisi jenazah yang ditemukan dalam bentuk potongan atau tidak utuh (body pack), tim ahli bekerja ekstra keras untuk mencocokkan data post-mortem dan ante-mortem.
"Dari total temuan tersebut, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 57 jiwa secara pasti. Sementara 16 kantong jenazah lainnya saat ini masih dalam proses identifikasi lebih lanjut," tambah Ade.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi masif antara Basarnas, TNI, Polri, relawan, hingga unsur kementerian terkait.
BACA JUGA:Mensesneg Buka Suara soal Pertemuan Maraton Prabowo dengan Said Didu cs
Tantangan terbesar di lapangan adalah kondisi cuaca yang tidak menentu. Meski Bandung Barat kerap diguyur hujan, Ade memastikan ritme kerja tim tidak akan kendor.
Manajemen keselamatan menjadi prioritas utama untuk menghindari adanya longsor susulan yang bisa membahayakan nyawa personel SAR.
"Hujan sebenarnya tidak menghambat proses secara total, karena kami sudah mengatur ritme kerja dan manajemen keselamatan di setiap worksite. Evaluasi strategi dilakukan setiap hari agar pencarian tetap optimal," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih bersiaga di lokasi dengan membagi kekuatan di tiga titik utama (Worksite A1, A2, dan A3) guna menuntaskan pencarian enam warga yang masih dinyatakan hilang.



