Ketegangan AS-Kuba Meningkat Saat Departemen Luar Negeri Menuduh Havana Melakukan Intimidasi

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. AS menuduh Kuba melakukan intimidasi dan mengganggu pekerjaan diplomat utamanya di Havana, Mike Hammer, demikian laporan Reuters.

Di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara, Departemen Luar Negeri AS mengatakan di media sosial bahwa pemerintah Kuba telah melakukan taktik intimidasi yang gagal dan menuntut agar Havana berhenti mengirim individu untuk mengganggu pekerjaan diplomatik Kuasa Usaha AS di Kuba, Mike Hammer.

Hammer, yang tiba di Kuba pada akhir tahun 2024, telah melakukan perjalanan secara luas di seluruh pulau dan bertemu dengan para pembangkang politik dan perwakilan Gereja Katolik. Pemerintah Kuba menuduhnya mencoba menghasut kerusuhan di pulau itu.

Pada hari Sabtu (31/1), Hammer mengunggah video yang menggambarkan dugaan pelecehan setelah pertemuan dengan para pemimpin gereja setempat.

“Ketika saya meninggalkan paroki, beberapa komunis, yang pasti frustrasi dengan betapa buruknya jalannya revolusi, meneriakkan kata-kata kasar kepada saya,” kata Hammer.

Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

Pada awal tahun 2026, hubungan antara AS dan Kuba memburuk tajam. Di tengah krisis baru ini, Presiden AS, Donald Trump menyetujui memorandum untuk memperketat sanksi terhadap pulau tersebut.

Secara khusus, Kuba kembali terdaftar sebagai negara sponsor terorisme, dan pembatasan ketat terhadap operasi keuangan dengan perusahaan Kuba diberlakukan kembali.

Di Havana, setelah ancaman dari Gedung Putih, para pejabat mengatakan mereka tidak bernegosiasi dengan Pemerintah AS.

Selain itu, Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel dengan tegas menolak seruan Trump untuk kesepakatan dengan Washington.

Pada 30 Januari, Trump juga menyatakan keadaan darurat nasional, dengan alasan ancaman terhadap keamanan nasional AS yang berasal dari Kuba. Havana menanggapi, dengan mengatakan bahwa satu-satunya ancaman nyata terhadap perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan itu berasal dari kebijakan AS.(yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Chef Prancis memasak di dapur umum, bantu penyintas longsor Cisarua
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
IHSG Anjlok 5%, Purbaya Kalau Jadi Investor: Saya Akan Serok di Bawah!
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
25 Juta Kendaraan Terdaftar di Jakarta, Polisi Akui Pengendara Masih Bandel
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Barcelona dan Real Madrid Terus Bersaing Ketat di Puncak Klasemen Liga Spanyol Pekan ke-22
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Jenis jenis Kelapa Sawit yang Perlu Diketahui
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.