Jakarta, CNBC Indonesia - Kelapa sawit (Elaeis guineensis) bukan hanya tanaman perkebunan biasa. Tanaman ini merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang menyumbang devisa besar dan menjadi tulang punggung sektor pertanian.
Terdapat beberapa jenis kelapa sawit yang ada di Indonesia. Perbedaan jenis ini mempengaruhi produktivitas minyak, profitabilitas kebun, hingga efisiensi pengolahan di pabrik.
1. Kelapa Sawit Dura
Kelapa sawit yang masuk ke dalam kelompok varietas ini memiliki cangkang buah yang tebal atau sekitar lebih dari 3 mm. Varietas ini juga memiliki mesokarp (daging buah) yang tipis sehingga kandungan minyaknya relatif lebih rendah dibandingkan jenis sawit lainnya.
Walau demikian, jenis ini tetap memiliki keunggulan. Dura merupakan jenis yang stabil sebagai indukan sehingga sering digunakan untuk persilangan genetik. Jenis ini dimanfaatkan sebagai tetua betina dalam dalam program pembibitan untuk menghasilkan varietas unggul seperti Tenera.
2. Kelapa Sawit Psifera
Berbeda dari Dura, Pisifera tidak memiliki cangkang (shell-less), sehingga mesokarp yang mengandung minyak sangat tebal. Namun, jenis ini menghasilkan buah dalam jumlah yang sangat terbatas dan sering kali tidak berkembang dengan baik. Karena itu, Pisifera tidak digunakan sebagai tanaman produksi, melainkan hanya dimanfaatkan dalam proses pembibitan.
Jika Dura sering dimanfaatkan sebagai tetua betina, Psifera justru digunakan sebagai tetua jantan dalam program persilangan untuk menghasilkan bibit berkualitas tinggi. Psifera dan Dura umum disilangkan untuk mendapatkan bibit yang lebih ideal.
3. Kelapa Sawit Tenera
Jenis buah yang paling banyak dibudidayakan adalah Tenera, hasil persilangan antara Dura dan Pisifera. Tenera memiliki cangkang yang lebih tipis dibandingkan Dura dan mesokarp yang lebih tebal, sehingga mengandung minyak lebih banyak di setiap buahnya.
Tenera dikenal sebagai varietas kelapa sawit paling unggul karena mampu menghasilkan rendemen minyak yang lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya, sehingga lebih menguntungkan untuk produksi minyak sawit mentah (CPO). Selain itu, varietas ini relatif lebih tahan terhadap sejumlah hama dan penyakit, yang membuat hasil panennya lebih stabil.
Produktivitas Tenera juga tinggi berkat kombinasi genetik yang seimbang antara jumlah buah dan kandungan minyaknya. Tak heran, hampir seluruh bibit kelapa sawit yang digunakan untuk produksi komersial saat ini merupakan varietas Tenera karena dinilai paling efisien secara ekonomi.
(dag/dag)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489950/original/020173900_1769952486-SnapVideo.app_625109198_18563416384027265_6638072240534602801_n.jpg)

