Pola APBN 2026 Berubah, DJPb Sumsel: Pemda Harus Kreatif

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PALEMBANG— Pola penganggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2026 mengalami perubahan. Jika sebelumnya berbasis pembagian sektoral atau jatah daerah, kini APBN sepenuhnya diarahkan untuk mendukung program prioritas nasional yang ditetapkan presiden.

Kepala Perwakilan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatra Selatan Rahmadi Murwanto menegaskan, alokasi APBN 2026 tidak lagi semata-mata didasarkan pada sektor, melainkan pada dukungan terhadap program Asta Cita Presiden.

“Dulu konsepnya pemerintah pusat memberi arahan alokasi dana. Sekarang fokusnya berubah, yakni mendukung prioritas nasional,” ujarnya saat ditemui Bisnis, dikutip pada Senin (2/2/2026). 

Dia menjelaskan, pengalokasian anggaran prioritas nasional juga tidak lagi dibagi rata ke seluruh daerah. Pemerintah pusat menggunakan indikator nasional, sehingga daerah yang paling siap secara teknis akan lebih cepat memperoleh dukungan anggaran.

Seperti contoh, kata dia, pada program Sekolah Rakyat, kabupaten/kota yang telah menyiapkan lahan serta kelengkapan administrasi akan diprioritaskan.

“Polanya sekarang, siapa yang bisa menyiapkan dengan cepat, dia yang akan dapat,” jelasnya.

Baca Juga

  • Prabowo Miris Banyak Situs Sejarah Hilang, Perintahkan Pemda Cari Prasasti
  • Efek Pemangkasan TKD, Pemda DIY Gali Peluang Pembiayaan Alternatif
  • Purbaya Klaim Pelebaran Defisit APBN Tak Terkait Gonjang-ganjing IHSG

Meski demikian, DJPb menegaskan perubahan arah kebijakan ini tidak berarti sektor lain diabaikan. Belanja minimal yang bersifat rutin dan pelayanan dasar tetap dialokasikan, seperti pendidikan, kesehatan, gaji pegawai, serta operasional pemerintahan.

Berdasarkan data DJPb Sumsel dalam alokasi DIPA Belanja Wilayah Sumsel Tahun 2026, belanja pegawai tercatat sebesar Rp6,89 triliun atau naik 0,77% dibandingkan tahun sebelumnya. Belanja barang sebesar Rp4,96 triliun atau turun 29,97%, belanja modal Rp2,59 triliun atau meningkat 34,11%, serta belanja bantuan sosial Rp7,89 miliar atau turun 72,21%.

“Belanja rutin tetap ada untuk memastikan pelayanan publik berjalan. Tetapi di luar itu, pemda harus lebih kreatif, inovatif dan memperjuangkan bersama,” katanya.

Nasib Proyek Berjalan

Kendati terdapat perubahan, proyek strategis nasional yang telah berjalan dipastikan tetap dilanjutkan. Di Sumsel, sejumlah proyek tersebut antara lain Bendungan Tiga Dihaji, Jalan Tol Ruas Palembang–Betung, serta beberapa proyek irigasi.

Namun untuk proyek baru, imbuh Rahmadi, pemerintah daerah diminta lebih kreatif dalam mencari sumber pembiayaan alternatif.

“Tidak menutup kemungkinan kalau pemerintah pusat punya dana tambahan bisa diberikan. Tapi kalau tidak, daerah harus mencari skema pendanaan lain,” ujarnya.

Dia menilai sejumlah skema yang dapat ditempuh pemerintah daerah antara lain Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) serta skema pinjaman.

“Namun, memang pelaksanaan skema di daerah tidak akan semudah di pusat. Kalau di pusat kekuatan presiden sangat kuat, sehingga mungkin bisa lebih mudah, sedangkan di daerah tentu lebih kompleks,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jokowi Jadi Sasaran Kritik, Jika PSI Tak Lolos Parlemen Pada Pemilu 2029
• 10 jam lalugenpi.co
thumb
Viral Dugaan Anggota Polisi Polsek Cilandak Rekayasa Kasus Penganiayaan Jadi Kasus Narkoba
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Kecewa sama Kaum Elite: Kurang dalam Tugas Menjaga dan Mengelola Kekayaan Bangsa
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Debut Tipis, Impact Manis: Pattynama & Paulo Mulai Cerita Bareng Persija
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
IHSG Volatil Kala Asing Net Sell, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.