Tangisan Nenek Saudah di Gedung DPR, Lansia Itu Dianiaya karena Tolak Tambang Ilegal di Rumahnya

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Sosok Nenek Saudah sempat menjadi perhatian setelah dirinya menjadi korban penganiayaan usai menolak tambang ilegal di Pasaman, Sumatra Barat.

Hari ini, Senin (2/2/2026) Nenek Saudah dan keluarganya mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XIII DPR serta LPSK dan Komnas HAM.

RDP tersebut membicarakan soal dugaan penganiayaan yang sempat terjadi pada Nenek Saudah beberapa waktu lalu.

Di dalam kesempatan itu, lansia tersebut mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang mau mendukung dirinya hingga bisa berbicara di hadapan legislator.

"Mendengar semua yang Ibu katakan, Bapak katakan semua, saya berterima kasih sebanyak-banyaknya," kata Nenek Saudah.

Seorang perwakilan keluarga pun membahas soal penganiayaan yang terjadi pada lansia tersebut.

Saat ini hanya ada satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi keji itu. Padahal, menurut dia ada beberapa orang yang harusnya dapat perlakuan serupa.

“Kalau memang tersangkanya satu orang, tidaklah mungkin rasanya separah ini ibunda kami. Bisa pula lagi diseret dan dibuang ke seberang sungai. Apalagi tersangka yang saat ini sudah mengaku ada beberapa orang, kenapa tidak ditangkap? Ini yang kami sangat sayangkan,” ujar dia.

Pihak keluarga Nenek Saudah juga meminta supaya diberikan pengacara yang netral sehingga tidak memiliki kepentingan apapun.

Selain itu, pihak keluarga meminta supaya ada pemulihan sosial kepada lansia tersebut. Sebab, gara-gara kejadian ini ia dikucilkan masyarakat setempat.

“Ibu kami dikucilkan dari masyarakat. Padahal, kalau dikaji-kaji, beliau ini adalah anak kandung Rajo Bagompo. Rajo Bagompo itu adalah seorang Raja di Lubuk Aro. Adapun Raja yang sekarang ini, itu hanya dilenggangkan istilahnya, dititipkan,” kata salah satu perwakilan keluarga.

Pihaknya pun berharap setelah RDP di DPR ini maka ada keadilan bagi Nenek Saudah.

Dalam kasus ini, telah ditetapkan satu orang tersangka yang berinisial IS alias MK oleh Polres Pasaman. (ant/iwh)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Iran Siap Tarik Pelatuk Hadapi Serangan Militer AS
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Salah Membuat BAP, Anggota Polsek Cilandak Diperiksa
• 38 menit lalukompas.id
thumb
Prabowo: Jangan Nantang Gue Lo, Saya Hanya Takut Sama Tuhan dan Rakyat
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Aston Villa takluk kepada Brentford, Nottingham imbangi Crystal Palace
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
7 Kebiasaan Orang yang Benar-Benar Mencintai Dirinya Sendiri
• 10 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.