JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto mengeluhkan banyaknya spanduk-spanduk semrawut di sepanjang jalan.
Ia menceritakan dirinya melihat spanduk-spanduk saat kunjungan kerjanya ke Banjarmasin hingga di daerah Bogor.
BACA JUGA:Langkah Prabowo Putuskan Indonesia Masuk Board of Peace Sudah Tepat, Pasbata Mendukung Penuh!
BACA JUGA:ASIK! Saldo DANA Kaget Gratis Rp255.000 Cair ke Dompet Elektronik, Cek Syarat Klaimnya Lewat HP
"Kalau saya ke Balikpapan dan saya ke Banjarmasin hampir enggak berbeda. Spanduk-spanduk, spanduk-spanduk, kalau saya naik ke Hambalang, spanduk, spanduk, spanduk," kata Prabowo di Sentul, Senin, 2 Februari 2026.
Dia mencontohkan, banyak spanduk besar yang merusak estetika di Kota Bogor. Padahal, kata dia, Bogor merupakan kota yang indah.
"Ayam goreng pesen satu dapat 1 free. kenapa harus besar-besar sih? Turis datang enggak mau lihat spanduk. Bogor itu dulu kota paling indah, kota paling indah. Bung Karno lebih senang di Bogor daripada Jakarta," ungkapnya
BACA JUGA:Ekspor Indonesia Tembus USD 282,91 Miliar, Ditopang Industri Pengolahan
BACA JUGA:Arab Saudi Laksanakan Tarawih 10 Rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi Selama Ramadan 2026
Oleh karena itu, ia meminta seluruh kepala daerah menata dan menertibkan spanduk. Salah satu caranya adalah membuat aturan dan menyosialisasikannya kepada para pengusaha.
"Saudara-saudara, terlalu banyak spanduk, baliho, iklan, tolong ditertibkan. Ajak bicara pengusaha, Kadin, HIPMI, asosiasi pengusaha, bicara sama mereka. Anda bikinlah iklan jangan terlalu (terpampang)," kata Prabowo.




