REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Rapat kabinet Turki yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan membahas kemungkinan AS melancarkan serangan terhadap Iran. Demikian disampaikan sumber diplomatik Turki kepada RIA Novosti.
"Rapat kabinet akan membahas ancaman AS terhadap Iran, serta perkembangan terbaru di kawasan. Sikap Turki yang menentang intervensi militer dan mendukung diplomasi serta dialog akan ditegaskan kembali," kata sumber itu.
Baca Juga
Rp1 Kembali 5 Kali Lipat, Presiden Prabowo Sebut MBG Bikin Amerika Penasaran
Polda Metro Bina Bhabinkamtibmas Usai Dinyatakan tak Terbukti Aniaya Pedagang Es Gabus
Kalau tidak Suka Sama Prabowo, Silakan 2029 Bertarung
Pada Ahad, portal berita Axios melaporkan bahwa Turki, Mesir, dan Qatar dikabarkan berupaya mengatur pertemuan antara Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan pejabat tinggi Iran di Ankara pekan depan. Namun belum ada konfirmasi terkait rencana tersebut.
Menurut sumber tersebut, para Menteri Turki juga akan membahas hasil kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi ke Istanbul akhir pekan lalu. Saat itu, Menlu Iran berbicara dengan Menlu Turki Hakan Fidan dan Presiden Erdogan.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Secara terpisah Erdogan juga melakukan panggilan telepon dengan Presiden AS dan Presiden Iran.
Pada Januari, Presiden AS Donald Trump mengatakan "armada besar" AS sedang menuju Iran. Namun, ia mengaku berharap Iran bersedia berunding dan menandatangani kesepakatan, termasuk yang terkait dengan pengabaian total senjata nuklir.
Trump memperingatkan bahwa jika kesepakatan soal program nuklir Iran tidak tercapai, setiap serangan AS di masa depan terhadap Iran akan "jauh lebih buruk" dibandingkan serangan sebelumnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)