JAKARTA, KOMPAS.com - Kepulan debu bercampur pasir berwarna cokelat berterbangan menghiasi jembatan sepanjang 300 meter yang membentang di atas saluran Cakung Drain Rawa Malang, Cilincing, Jakarta Utara.
Ini merupakan satu dari dua jembatan yang membentang sepanjang Jalan Akses Marunda, jalur antarprovinsi Jakarta Utara dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Akses penghubung tersebut terbagi menjadi dua jalur, arah Cilincing-Marunda dan sebaliknya dari Marunda-Cilincing.
Kedua jembatan masing-masing memiliki lebar empat meter yang hampir setiap detiknya dilintasi kendaraan berat, seperti dump truck, kontrainer, truk trailer, dan sebagainya.
Sementara, debu-debu tebal yang berterbangan lebih banyak terlihat di jembatan jalur Marunda menuju ke Cilincing.
Kondisi jembatan yang tak pernah bersih dari debu menyebabkan para pengendara yang melintas merasa begitu terganggu.
Salah satunya Iksan (40) yang kerap takut setiap hendak melintasi Jembatan Marunda-Cilincing karena harus berhadapan dengan debu beterbangan.
“Kalau akses jembatan itu yang saya lintasi kotor, berdebu, mengebul. Jadi, setiap kali melintas kita harus bisa menutup area bagian kepala, di hidung dan mata," kata Iksan saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Jumat (30/1/2026).
Iksan selalu berusaha menggunakan pakaian tertutup ketika melintas di kawasan Marunda agar terhindar dari debu.
Selain itu, ia juga memakai kacamata dan masker agar debu tidak masuk ke mata dan mulut.
Kata Iksan, jika hanya menggunakan helm yang kacanya ditutup, pasir dan debu di Jembatan Marunda tetap bisa masuk ke wajah.
Jika debu masuk ke mata, penglihatan akan terganggu dan membuat Iksan tak fokus berkendara.
Baca juga: Jalan Rusak Mayjen Sutoyo Jaktim Ancaman bagi Pengendara, Ditambal Seadanya
Sesak dada
Bagi Iksan, Jembatan Marunda merupakan akses paling berdebu di Jakarta.
Ia menduga penyebab bertumpuknya debu di Jembatan Marunda karena di dekat lokasi tersebut terdapat pangkalan pasir.
“Di situ ada tempat penampungan pasir, ya, mungkin partikel pasirnya beterbangan, terus dilintasi sama ban-ban kendaraan, terbawa ke ruas jalan, jadi banyak mengotori ruas jalan itu yang membuat debunya semakin parah," sambung Iksan.