Dukungan dan solidaritas untuk korban bencana banjir Sumatera masih terus mengalir. Hari ini, dukungan kepada para korban ditunjukkan oleh para Diaspora Indonesia di Inggris, yang menggelar konser kemanusiaan bertajuk "Songs for Sumatra".
Konser digelar di Greenwich, London, di tempat pertunjukan teater West End. Konser ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan, KBRI, Bank Mandiri, dan BRI.
Konser ini digagas oleh Shafa Sabila Fadli, gadis berdarah Minang-Palembang yang kini tinggal dan berkarier di London.
"Saya menghubungi kawan-kawan artis, membuka kemungkinan menggelar pertunjukan, untuk menggalang dana bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Gayung bersambut dan langsung kami bekerja, menggandeng berbagai pihak termasuk Nadya Mere, Johan Wahono, dan Adit Marciano sebagai komite penyelenggara, untuk menyelenggarakan konser ini,” kata Shafa.
Lalu konser ini akan diisi oleh sejumlah musisi diaspora seperti Desmonda Cathabel, El Haq Latief, Jaz Triadi, Ledi, Mychelle, Widyadari, Gabriela Fernandez, dan Swara Nusantara Choir Group. Indonesian Dance Group juga akan tampil dengan menarikan tari Ratoh Jaroe, tari tradisional dari Aceh.
Dana dari Konser untuk Bangun SekolahShafa mengatakan dana yang didapat dari konser kemanusiaan akan difokuskan ke pembangunan gedung sekolah, dengan harapan anak-anak bisa mengakses pendidikan sesegera mungkin. Pihaknya mengajak Human Aid Initiative, organisasi bantuan kemanusiaan Inggris, yang sudah memiliki sejumlah program di Indonesia, untuk menjalankan program bantuan bagi anak-anak di wilayah bencana di Sumatera.
“Anak-anak adalah kunci kemajuan bangsa di masa depan. Jangan sampai hak mereka atas pendidikan terganggu karena ketiadaan infrastruktur pendidikan, yang rusak akibat bencana,” imbuh Shafa yang juga jadi host konser.
Pemilihan lokasi, yakni di Greenwich juga tak asal dipilih. Greenwich adalah titik acuan permulaan waktu dunia, dan dianggap jadi hitungan yang universal.
Fadli Zon DukungMenteri Kebudayaan Fadli Zon pun sepakat dengan pemilihan tempat ini. Ia mengaitkan dengan sifat seni yang universal.
“Seni adalah bahasa universal yang mampu menyatukan empati lintas bangsa. Inisiatif para musisi muda Indonesia di Inggris ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap tanah air dapat diekspresikan melalui karya, kreativitas, dan solidaritas kemanusiaan,” kata Fadli.
Kata Dubes RI di LondonSementara Dubes RI di London, Desra Percaya, menyambut baik dan mengapresiasi penuh inisiatif para talenta muda Indonesia yang berkarya di Inggris.
“Ini wujud nyata kepedulian dan solidaritas terhadap musibah banjir yang dialami oleh saudara-saudara kita di tiga provinsi di Sumatera, sekaligus menunjukkan kecintaan mereka terhadap Indonesia serta komitmen untuk terus mengharumkan nama bangsa melalui kreativitas seni dan kontribusi positif di kancah internasional, meskipun berada jauh dari tanah air,” kata Desra.
Desra mengatakan semangat kolaborasi dan keberanian untuk berkarya lintas batas yang ditunjukkan mencerminkan kualitas generasi penerus bangsa yang adaptif, berdaya saing, dan berorientasi pada masa depan.
Penggalangan dana konser kemanusiaan akan disalurkan melalui Human Aid Initiative UK, bekerja sama dengan Human Initiative Indonesia, yang sudah berpengalaman menjalankan berbagai program bantuan kemanusiaan di Indonesia dan sejumlah negara sejak 1999.
Direktur Human Aid Initiative, Mohamad Susilo, mengatakan pihaknya berterima kasih atas kepercayaan menjalankan program bantuan untuk anak-anak di kawasan terdampak bencana di Sumatera. Susilo menjelaskan dana dari konser ini akan dialokasikan untuk membangun kembali dan merenovasi unit-unit sekolah yang rusak, agar anak-anak bisa mengakses pendidikan secara aman dan berkelanjutan.
Tak kurang dari 110.000 warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terkena dampak banjir dan tanah longsor pada November lalu, merusak area permukiman dan prasarana umum, termasuk ribuan sekolah.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5458299/original/097522900_1767076303-Sekjen_PKS.jpg)
