Prajogo Pangestu masih mempertahankan status sebagai orang terkaya di Indonesia meski kekayaannya tergerus 10,11% secara harian, seiring anjloknya harga saham emiten-emiten yang terafiliasi dengannya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan Forbes Real-Time Billionaires List, nilai kekayaan Prajogo tercatat US$27,3 miliar, turun sekitar US$3 miliar dalam satu hari perdagangan.
Penurunan kekayaan tersebut terjadi di tengah tekanan tajam pasar saham nasional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup melemah 4,88% ke level 7.922,73, setelah sempat menyentuh level terendah intraday di 7.820,22.
Baca Juga: Ini Daftar Orang Terkaya di Indonesia, Prajogo Belum Tergeser
Pelemahan dipicu tekanan jual masif pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor energi dan petrokimia.
Saham-saham utama dalam grup usaha Prajogo mengalami koreksi signifikan, berikut pergerakannya pada perdagangan 2 Februari 2026:
-
PT Barito Renewables Energy (BREN) -2,35% menjadi 8.325
-
PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) -14,81% menjadi 1.840
-
PT Chandra Daya Investasi (CDIA) -14,89% menjadi 1.000
-
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) -15,00% menjadi 1.530
-
PT Petrosea Tbk. (PTRO) -14,89% menjadi 6.000
-
PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) -8,53% menjadi 5.900
Koreksi serentak tersebut berdampak langsung terhadap valuasi aset Prajogo yang sebagian besar bersumber dari kepemilikan saham di sektor energi dan petrokimia. Meski demikian, posisi Prajogo di puncak daftar orang terkaya Indonesia belum tergeser.
Baca Juga: Belum Berhenti! Prajogo Pangestu Angkut Lagi Rp12,91 Miliar Saham CUAN
Di bawah Prajogo, Low Tuck Kwong menempati peringkat kedua dengan kekayaan US$21,8 miliar, turun 1,96% secara harian. Sementara itu, bersaudara Hartono R. Budi Hartono dan Michael Hartono justru mencatat kenaikan harian 1,43%, dengan kekayaan masing-masing US$20,4 miliar dan US$19,6 miliar.
Forbes mencatat, pergerakan kekayaan para miliarder tersebut bersifat real time dan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga saham, nilai tukar, serta sentimen pasar global. Pelemahan IHSG hari ini turut menekan nilai aset para konglomerat yang memiliki eksposur besar di pasar modal domestik.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5280968/original/056023200_1752301195-1752290411740-Article_Xandro_Web.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4509818/original/045235700_1689928881-shutterstock_2010283607.jpg)