Jakarta, tvOnenews.com - Para pebulutangkis andalan Indonesia kembali dihadapkan pada agenda padat tanpa banyak waktu istirahat. Setelah menuntaskan empat turnamen World Tour sejak awal Januari, para pemain kini langsung bersiap menghadapi Kejuaraan Asia Beregu 2026.
Ajang beregu putra dan putri antarnegara Asia tersebut akan berlangsung pada 3–8 Februari 2026 di Qingdao Conson Gymnasium, Qingdao, China.
- PBSI
Skuad putra dan putri Indonesia sudah tiba di Qingdao sejak Minggu (1/2), meski komposisi tim belum sepenuhnya lengkap. Masih ada tujuh pemain yang dalam perjalanan dari Bangkok, Thailand, usai tampil di final Thailand Masters 2026.
Ketujuh pemain tersebut yakni Muhammad Zaki Ubaidillah, Leo Rolly Carnando, Bagas Maulana, Raymond Indra, Nikolaus Joaquin, Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Amallia Cahaya Pratiwi.
Meski demikian, persiapan tim tidak terganggu. Khusus beregu putra, fokus langsung tertuju pada laga perdana Grup D menghadapi Myanmar, yang dijadwalkan berlangsung Selasa (3/2).
Kapten tim, Anthony Sinisuka Ginting, menilai hasil positif yang diraih para pemain Indonesia dalam beberapa pekan terakhir menjadi suntikan kepercayaan diri menjelang turnamen ini.
“Melihat hasil bagus dalam dua minggu terakhir, terutama dari Thailand Masters—baik dari Ubed, Bagas/Leo, maupun Raymond/Joaquin—tentu itu jadi tambahan kepercayaan diri untuk tampil baik di sini. Itu nilai plus bagi kami,” ujar Ginting.
Pebulutangkis yang baru pulih dari cedera pinggang tersebut juga memastikan dirinya siap jika dipercaya turun ke lapangan. Ia mengaku bangga mendapat kepercayaan sebagai kapten tim.
“Setelah menjalani pemulihan dengan maksimal, sekarang saya siap. Diturunkan atau tidak, semuanya demi kepentingan tim. Yang penting mental dan pikiran siap bertanding,” kata Ginting.
- PBSI
Ia menambahkan, perannya sebagai kapten tidak jauh berbeda dengan para pendahulunya.
“Saya belajar dari kapten-kapten sebelumnya seperti Koh Hendra dan Fajar, bagaimana memberi masukan, melihat keseharian tim, dan menjaga suasana,” ujarnya.
Menurut Ginting, kunci utama dalam ajang beregu adalah kekompakan.
“Komunikasi harus kuat. Menang atau kalah, kami tetap satu tim dan tidak saling menyalahkan,” tegasnya.



