Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM memberikan lanjutan perkembangan penanganan bencana longsor yang terjadi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Ia mengatakan, proses pencarian jenazah yang hilang masih terus dilakukan.
“Ya penanganannya terus kan kita masih menunggu selesai pengangkatan jenazah, kalau teknis yang lainnya sudah selesai,” ujar KDM kepada wartawan di SICC, Bogor pada Senin (2/2) usai hadiri Rakornas 2026.
KDM menyebut, warga yang terdampak bencana akan direlokasi. Sedangkan lokasi terjadinya longsor akan dibangun area baru dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Kita tinggal habis ini relokasi setelah selesai kemudian ruang itu kita bangun areal baru yang lebih menekankan konservasi,” ujarnya.
Lokasi longsor itu berada di kaki Gunung Burangrang. Badan SAR mengungkapkan besarnya dampak longsor di Cisarua dikarenakan adanya dua “mahkota longsor”.
"Kami izin sampaikan bahwa awalnya kami men-detect adalah satu puncak titik dari pusat longsor yang kami sebut adalah 'mahkota longsor'. Dari titik mahkota longsor sampai dampak longsoran yang terbawah ini mencapai 2.009 meter," ucap Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Kamis (27/1).
Syafii mengatakan, mahkota tersebut rupanya bukan mahkota longsor pertama yang terjadi pada saat kejadian. Menurutnya, ada mahkota longsor pertama yang terletak lebih tinggi lagi.
"Ternyata mahkota longsor tidak di ketinggian itu sebenarnya awalnya. Jadi di puncak Gunung Burangrang itu ternyata ada mahkota yang pertama," ucap Syafii.
"Ternyata dari longsoran ini menciptakan longsoran kedua dengan mahkota itulah. Jadi langsung menimpa dalam bukit yang besar ini dan berdampak seperti ini," tambahnya.





