Melihat Trotoar Fatmawati yang Tak Lagi Ramah Pejalan Kaki-Penyandang Tunanetra

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah sepeda motor dan gerobak pedagang tampak menempati trotoar di beberapa titik Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026).

Keberadaan motor yang diparkir serta gerobak yang mangkal tersebut menutup sebagian jalur guiding block berwarna kuning, fasilitas penting bagi penyandang tunanetra untuk berjalan secara mandiri.

Trotoar yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki itu pun menyempit. Di beberapa area, jalur jalan kaki terputus, memaksa pejalan kaki melambat, berbelok, bahkan turun ke badan jalan.

Kondisi ini kian terasa pada sore hari ketika aktivitas lalu lintas meningkat dan motor kerap melintas di atas trotoar untuk menghindari kemacetan.

kumparan mencoba menyusuri trotoar di sepanjang Jalan Fatmawati. Langkah kaki beberapa kali terhenti karena terhalang kendaraan yang parkir sembarangan.

Guiding block yang terpasang tidak lagi bisa diikuti secara utuh, sebagian tertutup roda motor, sebagian lain tertutup gerobak pedagang. Dalam kondisi seperti ini, pejalan kaki harus ekstrawaspada, sementara bagi penyandang disabilitas tunanetra, jalur tersebut nyaris tak bisa dikatakan aman.

Mengalah dengan Pemotor dan Gerobak

Intan (25), warga yang kerap melintas di kawasan itu, mengatakan kondisi kendaraan parkir dan gerobak di atas trotoar sudah cukup sering ia temui, terutama pada sore hari.

“Kalau yang aku rasain karena aku lewat sini pagi dan sore sebelum kerja, itu lumayan sering. Kalau pagi jarang, tapi sore-sore kayak gini lumayan banyak,” ujar Intan.

Sebagai pejalan kaki, Intan merasa keberadaan kendaraan di trotoar cukup mengganggu meski menurutnya ada hal lain yang lebih berbahaya.

Ia juga pernah melihat langsung penyandang disabilitas kesulitan melintas di kawasan tersebut. Menurutnya, kondisi guiding block yang sempat rusak dan tertutup kendaraan membuat jalur itu sulit digunakan.

“Waktu itu sih sempat ada. Beberapa waktu itu ada disabilitas lewat. Itu agak kesusahan untuk jalan karena banyak yang rusak karena mungkin ya itu banyak motor yang pada lewat di trotoar itu,” ucap Intan.

Ketika trotoar tertutup, Intan menyebut tak ada banyak pilihan bagi pejalan kaki.

“Biasanya jadinya yang lebih ngalah, jadi kita yang turun ke jalanan,” katanya singkat.

Fakta bahwa masih banyak penyandang tunanetra yang kesulitan melintas di trotoar Fatmawati membuat Intan prihatin.

“Sebenarnya sedih, sih, ngeliatnya juga gitu. Semoga ke depannya nggak ada lagi, ya, kejadian itu lagi,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan kondisi trotoar yang rusak dan kerap disalahgunakan.

“Aku harap sih pemerintah cukup memperbaiki ya, dan dilihat lagi, karena itu kan jalanan untuk umum (pejalan kaki) bukan untuk kendaraan motor atau lainnya,” katanya.

Hal senada disampaikan Fahira (17), pelajar SMA yang setiap hari melintasi trotoar tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah. Menurutnya, kendaraan parkir di atas trotoar sudah menjadi pemandangan hampir setiap hari.

“Hampir setiap hari kayak gini,” ujar Fahira.

Fahira cukup terganggu, terutama saat jam pulang sekolah ketika volume kendaraan di jalan semakin bertambah.

“Lumayan terganggu banget, apalagi kalau misalkan pulang sekolah itu jalan jadi agak macet. Jadinya orang-orang, apalagi pengendara motor, jadi pada lewat tempat-tempat semaunya, sampe trotoar juga. Jadinya agak sulit buat lewatnya," katanya.

Orang Tua Sulit Melintas

Fahira kerap melihat lansia yang berjalan tertatih dan kesulitan melewati trotoar yang rusak dan ramai dilintasi motor.

“Pernah lihat, kayak orang-orang yang sudah tua gitu ya, yang sudah lansia, agak kesulitan jalannya, apalagi kan kalau sudah lansia tuh jalannya tertatih tatih, jadi susah buat jalan. Jadinya agak keganggu sih keliatannya gitu," ungkapnya.

"Apalagi juga karena ada banyak pengendara motor yang lewat, banyak jalanan yang agak rusak gitu. Apalagi jalan-jalan yang membantu orang disabilitas buat jalan yang seperti kuning-kuning ini," jelasnya.

Ketika trotoar tak bisa dilalui, Fahira mengatakan ia harus menunggu kendaraan lewat atau berjalan di pinggir jalan raya. Kondisi itu, menurutnya, berbahaya.

Menanggapi adanya pejalan kaki yang kesulitan berjalan di fasilitas trotoar, Fahira menyayangkan sikap pengendara yang tak sabar.

“Mendingan sabar aja kalau emang agak macet, emang di jalannya kayak gitu. Daripada kita harus mengganggu fasilitas orang, apalagi sampai parkir meskipun itu sebentar atau apa. Apalagi itu juga salah satu jalan atau akses yang bisa dilewati sama disabilitas gitu,” katanya.

Ia berharap pemerintah dan masyarakat sama-sama berbenah untuk hal ini.

“Dibuat fasilitas yang lebih aman lagi buat teman-teman penyandang disabilitas kita. Supaya mereka masih aman, terus juga bisa lewat di jalan-jalan ini dengan enak dan aman. Buat pengendara ditertibkan, untuk diri sendiri juga jangan nunggu ditertibkan petugas,” ucap Fahira.

Trotoar seharusnya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki. Namun di Jalan Fatmawati, fungsinya perlahan memudar. Ruang jalan kaki menyempit, jalur pemandu terputus, dan kelompok rentan, terutama penyandang tunanetra, harus berjalan dengan kewaspadaan ekstra di tengah lalu lintas yang padat.

Satpol PP Turun Tangan

Sementara itu, Satpol PP Kecamatan Cilandak sudah turun ke lokasi setelah mendapat laporan dari warga tentang parkir liar di atas trotoar di Jalan RS Fatmawati. Trotoar yang seharusnya aman untuk pejalan kaki, berubah jadi tempat parkir kendaraan.

Satpol PP memberikan imbauan dan peringatan kepada pemilik usaha agar tidak memarkirkan kendaraan di trotoar.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pakar: Instruksi Presiden di Rakornas Jelas, Kepala Daerah Harus Bekerja Sampai Tuntas
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Saham Konsumer INDF, UNVR, MYOR Cs Unjuk Gigi saat IHSG Ditutup Melorot
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Kemenkes RI Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Penyakit Virus Nipah
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Didesak Mundur Keluar dari Board of Peace, Istana Ajak MUI Berdialog
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Abu Dhabi Open: Janice Tjen Lolos 16 Besar usai Tekuk Petenis Terbaik Australia
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.