Istana Sebut Prabowo Tak Marah IHSG Anjlok

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto disebut tidak bersikap emosional dalam menyikapi pelemahan IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan yang terjadi belakangan ini.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara atau Mensesneg Prasetyo Hadi di sela kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat pada Senin (2/2).

Prasetyo Hadi mengatakan bahwa Prabowo bersama jajaran pemerintah justru berupaya memahami faktor penyebab penurunan pasar saham sembari menyiapkan langkah perbaikan.

"Enggak (marah), ya. Seharusnya begini, kita semua kan harusnya, bukan hanya presiden, perlu memahami apa yang melandasi sampai terjadi penurunan IHSG yang sangat signifikan. Nah itulah yang kemudian kita cari jalan keluarnya," kata Prasetyo di Bogor, Jawa Barat pada Senin (2/2).

Prasetyo menyampaikan pemerintah tetap optimistis terhadap pergerakan pasar saham domestik. Ia berharap IHSG dapat kembali menguat.

Politisi Partai Gerindra itu berpendapat, volatilitas IHSG belakangan ini dapat menjadi momentum reformasi pasar modal domestik.

"Ada beberapa hal sesuai dengan petunjuk Bapak presiden yang kemudian diambil keputusan untuk mereformasi diri supaya pasar saham kita menjadi lebih terbuka, lebih transparan dan kredibel," ujar Prasetyo Hadi.

Pemerintah mengatakan pelemahan pasar saham tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih kuat dan terus membaik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan ada aliran dana asing bersih yang masuk atau net inflow ke IHSG. Ia menilai hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar domestik masih terjaga.

"Ini berarti kepercayaan asing terhadap perbaikan itu ada," kata Airlangga pada kesempatan serupa.

Ia juga menyinggung soal saham-saham yang berpotensi tidak likuid, namun dibeli oleh investor. Airlangga menduga hal ini disebabkan oleh adanya investor yang khawatir tertinggal momen alias fear of missing out (FOMO)

IHSG turun 4,88% atau 406,88 poin ke level 7.922 pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (2/2). Menurut Airlangga, tekanan di pasar saham dipicu oleh aksi pelepasan saham oleh investor yang mengantisipasi perubahan regulasi, khususnya terkait peningkatan porsi saham beredar (free float).

Menurut dia, investor khawatir saham-saham yang mereka investasikan akan terkena dampak perubahan regulasi. “Maka, mereka melepas sekarang,” kata dia.

Ketua Umum Partai Golkar 2017-2024 itu menambahkan, saham-saham dengan fundamental kuat justru masih menunjukkan kinerja positif di tengah tekanan indeks secara keseluruhan. "Kalau kami lihat saham-saham yang fundamentalnya bagus juga ada yang naik," kata Airlangga.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan IHSG bersifat sementara dan lebih dipengaruhi oleh faktor ketidakpastian di pasar, termasuk transisi kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Ia menyampaikan, kondisi ekonomi Indonesia tetap solid.

“Mungkin pasar masih menunggu (pergantian ketua OJK). Kalau saya akan serok ke bawah, karena fondasi ekonomi masih bagus dan akan membaik terus ke depan,” ujar dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menteri P2MI Pastikan Negara Hadir dan Bertanggung Jawab atas Meninggalnya PMI di Korsel
• 3 jam laludisway.id
thumb
Kemenpora Berkomunikasi dengan KemenPAN-RB soal Status PPPK Paruh Waktu Nurul Akmal
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Menanti Pasar Saham RI Jelang Bertemu MSCI, IHSG Merah atau Hijau?
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Wanti-wanti Ancaman Perang Dunia Ketiga, Singgung soal Nuclear Winter
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Pakistan Gagalkan Serangan Kelompok Separatis, 92 Militan Tewas
• 8 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.