Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus Nipah ke Indonesia. Ia menjelaskan, kasus virus Nipah saat ini terjadi di India sejak September tahun lalu.
"Nipah kan itu terjadi di India dari bulan September tahun lalu. Ada dua kasus di India, tapi India tahu bahwa itu sangat infeksius dan mematikan," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/2).
Ia menambahkan, pemerintah India langsung mengambil langkah tegas dengan memberlakukan pembatasan ketat.
"Tapi virus Nipah itu langsung mereka memberlakukan lockdown kencang supaya jangan sampai lepas. Kalau Thailand sangat kencang tuh di airport-nya," ujarnya.
Ia pun bersyukur hingga kini virus tersebut belum masuk ke Indonesia.
"Tapi kita bersyukur sampai hari ini belum sampai Indonesia, moga-moga jangan sampailah, karena bisa sangat mengganggu," katanya.
Namun, ia menegaskan Indonesia tetap harus waspada dan melakukan kontrol ketat agar tak terjadi penyebaran virus tersebut.
"Ya harus waspada. Oleh karena itu memang controlling ketat itu paling penting," tandasnya.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483029/original/002234700_1769319494-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_12.34.15.jpeg)

