Rieke Minta Komisi XIII Ajak Aurelie Moeremans Rapat Bahas "Child Grooming"

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPR dari Fraksi PDI-P Rieke Diah Pitaloka meminta agar aktris Aurelie Moeremans dihadirkan dalam rapat bersama Komisi XIII untuk membahas persoalan child grooming.

Awalnya, Rieke menyorot soal buku yang diterbitkan Aurelie yang berjudul Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah dalam rapat Komisi XIII DPR, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Kemudian, ia meminta ke Pimpinan Rapat Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso agar setidaknya orangtua Aurelie dihadirkan dalam rapat terkait child grooming.

"Saya mohon ada rapat susulan, pimpinan, dengan menghadirkan setidaknya orangtua dari Aurelie begitu, yang menulis buku yang kemudian itu mengungkap kasus ini," kata Rieke, dalam rapat.

Baca juga: Komisi XIII Bakal Gelar Rapat Khusus Bahas Kasus “Child Grooming” Aurelie Moeremans

Rieke mengeklaim Aurelie juga sudah menyatakan siap untuk ikut rapat Komisi XIII secara online.

Ia menambahkan, Aurelie juga ingin agar Indonesia semakin berani dan sadar dengan isu child grooming.

"Saya sudah memberikan nomor kontak pengacaranya mau hadir, orangtuanya mau hadir, bahkan yang terindikasi kuat, saya sebut saja namanya Aurel, siap untuk melakukan zoom meet dengan Komisi XIII, karena korban ini menganggap sudah saatnya Indonesia berani berbicara tentang hal ini," ujar dia.

Rieke menyinggung, soal terduga pelaku yang belakangan bersuara terkait kasus Aurelie.

Baca juga: Diminta Prabowo Awasi MBG, Wamenkes: Makanan Sudah Bagus, Bagaimana Stunting-nya?

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia tidak ingin terduga pelaku hanya menjadi bahan lelucon saja tetapi harus mendapat sanksi hukum.

"Untuk tidak hanya kita menjadi bahan lelucon gitu ya. Tadi, 'that simple', 'yang waras', sampai saya nempel di kepala saya. Kalau kita waras, maka orang seperti ini rasanya perlu mendapatkan sanksi hukum agar ada efek jera, bukan hanya bagi dirinya, tapi bagi pelaku yang berada di luar sana yang lainnya," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ketidakpastian Segera Mereka, Waspada Harga Emas Akan Bearish!
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Camat Rappocini Aminuddin Turun Langsung Pantau Penertiban Lapak PKL di Kompleks Permata Sari Makassar
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Petakan Titik Lawan Arus di Jakarta, Polisi Tegaskan Pelanggar Langsung Akan Ditilang
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Jaga Kesehatan Tubuh dengan Sayuran Akar Lezat, Ubi Jalar dan Wortel Wajib Dicoba
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
Sesko bawa MU cetak tiga kemenangan beruntun saat tekuk Fulham 3-2
• 22 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.