Proyek Mangkrak BDNI Center 1 Jadi Ujian Kepercayaan Investor di Jantung Sudirman

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah hiruk-pikuk kawasan bisnis Sudirman–Tanah Abang, Jakarta Pusat, terdapat sebidang lahan yang nyaris luput dari perhatian para pekerja kantoran yang setiap hari berlalu-lalang di sekitarnya.

Diapit gedung-gedung pencakar langit modern dengan fasad kaca mengilap, bekas proyek BDNI (Bank Dagang Nasional Indonesia) Center 1 justru seolah membeku dalam waktu.

Proyek ambisius yang dirancang puluhan tahun silam itu kini mangkrak, menyisakan rangka beton terbuka, besi tulangan berkarat, serta pagar seng kusam yang memagari lahan di jantung pusat bisnis Jakarta.

Baca juga: Ambisi Pencakar Langit yang Terhenti, Proyek Mangkrak BDNI Center 1 Berubah Jadi Parkiran

Bagi pengamat ekonomi, keberadaan proyek mangkrak di kawasan premium seperti Sudirman bukan sekadar kisah kegagalan pembangunan. Fenomena ini menjadi ujian serius bagi kepercayaan investor terhadap pengelolaan investasi perkotaan di Jakarta.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics & Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurahman, menilai mangkraknya proyek besar seperti BDNI Center 1 mencerminkan persoalan fundamental dalam perencanaan dan tata kelola investasi.

“Di kawasan premium seperti Sudirman, Tanah Abang, proyek terhenti berarti modal besar sudah tertanam tetapi tidak menghasilkan nilai tambah ekonomi,” ujar Rizal kepada Kompas.com, Sabtu (31/1/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara pembiayaan, manajemen risiko, serta perubahan kondisi makro yang tidak diantisipasi secara memadai sejak awal.

“Baik itu siklus properti, tekanan sektor keuangan, maupun dinamika regulasi,” kata Rizal.

Ia menegaskan, dampak proyek mangkrak tidak berhenti pada satu lokasi semata, melainkan merambat secara struktural ke iklim investasi dan sektor properti secara keseluruhan.

“Bangunan mangkrak meningkatkan persepsi risiko, khususnya pada segmen properti komersial. Investor dan lembaga pembiayaan cenderung meminta risk premium yang lebih tinggi,” ujar dia.

Efek lanjutannya, kata Rizal, adalah tertahannya proyek-proyek baru, penurunan valuasi aset di sekitar lokasi, serta melemahnya efek pengganda ekonomi.

“Mulai dari sektor konstruksi, jasa pendukung, sampai aktivitas UMKM di kawasan tersebut. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menurunkan efisiensi ekonomi perkotaan dan produktivitas kawasan bisnis,” jelas Rizal.

Baca juga: Jejak Megaproyek BDNI Center 1, Bangunan Mangkrak di Jantung Sudirman

Ujian kredibilitas Jakarta

Lebih jauh, Rizal menyebut kasus BDNI Center 1 menjadi ujian kredibilitas Jakarta sebagai destinasi investasi.

“Jika dibiarkan berlarut, proyek mangkrak dapat dibaca sebagai sinyal lemahnya kepastian usaha dan mekanisme penyelesaian proyek bermasalah,” tuturnya.

Namun, ia juga menekankan bahwa kegagalan proyek tidak selalu berdampak negatif, selama ditangani secara tegas dan transparan.

“Langkah seperti pembongkaran, restrukturisasi, atau pengembangan ulang yang sesuai dengan kebutuhan pasar justru bisa memulihkan bahkan memperkuat kepercayaan investor,” kata Rizal.

Menurut dia, investor pada dasarnya tidak hanya menilai ada atau tidaknya proyek gagal, tetapi juga seberapa cepat dan kredibel respons kebijakan dalam mengelola risiko serta memastikan kepastian ekonomi jangka panjang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam konteks ekonomi Jakarta saat ini, Rizal menilai mangkraknya BDNI Center 1 merupakan kombinasi antara persoalan spesifik pengelolaan proyek dan tekanan struktural sektor properti komersial.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Olivia Dean Raih Best New Artist di Grammy Awards 2026
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Tantang Pihak Tak Suka Dirinya Bertarung di 2029
• 13 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Doktif Tantang Richard Lee Hadir di Sidang, Adu Pernyataan dengan Kuasa Hukum Terjadi
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Israel Kembali Serang Gaza, Pimpinan Komisi I: Ujian Nyata Bagi Board of Peace
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Tangisan Guru Honorer Tumpahkan Keluhan di Senayan
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.