Ni Luh menjelaskan, saat ini pihaknya masih fokus memberikan pendampingan psikologis kepada korban.
Pihak kepolisian, kata dia, sudah meminta keluarga AS kooperatif memberikan informasi terbaru mengenai keberadaan pelaku.
"Untuk sementara mereka (keluarga terduga pelaku) sudah kami imbau untuk memberikan informasi. Sampai saat ini belum ada," tambahnya.
Sementara itu, Ketua RT tempat AS tinggal, Atun, mengatakan, pelaku sempat berada di sekitar lingkungannya.
"Masih kabur. Terakhir pelaku ada di lingkungan hari Minggu (25/1/2026)," katanya saat dihubungi Kompas.com, Senin.
Atun menjelaskan, AS melarikan diri sekitar pukul 12.00 WIB dan berhasil meloloskan diri dari kejaran warga.
"Itu terakhir dia pulang terus pergi lagi. Di kejar warga cepet ilangnya," ujarnya.
Mengenai AS yang tak kunjung ditangkap, Atun mengaku khawatir kejadian pelecehan akan kembali terulang.
Baca juga: Tren Pernikahan Campuran Meningkat, Penghulu KUA Setiabudi Kuasai 3 Bahasa
"Tangapan warga ingin segera ditangkap soalnya kalau dibiarkan takut terjadi lagi. Bukan hanya pribadi aku sendiri, warga juga sempat geram dan ingin segara pelaku ditangkap," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang remaja perempuan diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh ayah kandungnya, AS, di wilayah Kalibaru Barat, Cilincing, Jakarta Utara.
Dugaan ini mencuat setelah korban diketahui dalam kondisi hamil enam bulan dan kasusnya dilaporkan ke kepolisian.
Ketua RT setempat, Atun, membenarkan adanya dugaan kasus pelecehan seksual tersebut. Ia mengatakan, warga bersama pengurus lingkungan telah melaporkan peristiwa itu ke Polres Metro Jakarta Utara, dan korban telah menjalani pemeriksaan medis.