SPPG Purwosari Pastikan Meninggalnya Siswi SMAN 2 Kudus Tidak Terkait dengan MBG

disway.id
16 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi hoaks mengenai meninggalnya salah satu siswi SMAN 2 Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rizza Meiliana Azzahara yang dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Perlu kami sampaikan bahwa informasi yang beredar terkait meninggalnya siswi SMAN 2 Kudus atas nama Rizza Meiliana Azzahara adalah tidak benar. Informasi tersebut merupakan hoaks," tegas Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, Senin (2/2). 

Nasihul menjelaskan, Rizza diketahui telah menderita kanker nasofaring sejak duduk di bangku kelas 8 SMP.

Kondisi kesehatan tersebut mengharuskan yang bersangkutan menjalani perawatan intensif dan kemoterapi secara rutin di RSUP Dr. Kariadi, Semarang.

BACA JUGA:Habib Bahar Bin Ngaku Kaget Ditetapkan Tersangka, Banser Tangerang: Biar Fakta Berbicara!

BACA JUGA:Peringati Isra Mikraj dan Nisfu Syaban, Golkar DKI Ingatkan Dampak Media Sosial bagi Generasi Muda

Selama tercatat sebagai peserta didik di SMAN 2 Kudus, Rizza hanya sempat mengikuti kegiatan sekolah menjelang pelaksanaan tes pada November lalu.

Selebihnya, siswi tersebut tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar secara normal karena harus fokus menjalani pengobatan.

"Sakit kanker nasofaring sejak kelas 8. Selama di SMAN 2 Kudus hanya masuk menjelang tes November, karena ananda harus kemoterapi di RS Karyadi Semarang," lanjutnya.

BACA JUGA:GAPMMI: Masuknya Menperin ke DEN Bisa Ubah Nasib Industri Makanan-Minuman

BACA JUGA:Drama China How Dare You Resmi Tayang 6 Februari 2026, Pertemuan Cheng Lei dan Wang Churan di Dunia Kerajaan!

Ia menambahkan, sejak Januari 2025, Rizza tercatat belum pernah kembali berangkat ke sekolah, sehingga secara otomatis tidak termasuk dalam penerima paket MBG.

"Januari ini yang bersangkutan belum pernah berangkat sekolah sehingga tidak menerima paket MBG," kata Nasihul.

Nasihul mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terlebih menyangkut kondisi kesehatan dan keselamatan peserta didik.

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Layvin Kurzawa Jatuh Hati pada Persib dan Bobotoh: Saya Merasa Seperti di Rumah
• 22 jam lalubola.com
thumb
MAN Insan Cendekia Gowa Hebat! Satu-satunya Sekolah di Indonesia Timur Masuk 30 Besar Terbaik Nasional Versi TKA
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Revisi UU HAM, Pigai Ingin Komnas HAM Bisa Lakukan Pemanggilan Paksa-Ada Imunitas
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Longsor Cisarua: Tim SAR Evakuasi 3 Kantong Jenazah, Alat Berat Dikerahkan ke Lokasi
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Konser Kemanusiaan untuk Korban Banjir Sumatera Digelar di Greenwich, Inggris
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.