Penulis: Tri Cahyo Nugroho
TVRINews – Zurich, Swis
Usai imbang di play-off kualifikasi, Turki berhasil lolos ke Piala Dunia untuk kali pertama pada 1954 di Swis setelah melalui undian.
Kualifikasi Piala Dunia 1954 tidaklah sebesar dan seluas (jangkauannya) seperti sekarang. Total hanya 39 negara (tidak termasuk Islandia, Bolivia, Kuba, dan Kosta Rika yang semuanya ditolak) yang berkompetisi di kualifikasi untuk bisa turun pada putaran final Piala Dunia di Swis.
Dari total 16 spot di putaran final Piala Dunia edisi kelima tersebut, 14 diambil dari kualifikasi karena Swis selaku tuan rumah dan Uruguai sebagai juara bertahan, otomatis lolos.
Karena Swis dan Uruguai tidak ikut kualifikasi, praktis tinggal 37 negara yang bertarung di fase ini. Mereka lalu dibagi menjadi 13 grup sesuai letak geografis, sebagai berikut:
- Grup 1 sampai 10 – Eropa: bakal diambil 11 tim, diikuti 27 (tidak termasuk Islandia) negara namun Mesir dan Israel ikut.
- Grup 11 dan 12 – Amerika: bakal diambil 2, diikuti 7 tim tidak termasuk Bolivia, Kuba, dan Kosta Rika.
- Grup 13 – Asia: diambil 1, dengan jumlah kontestan 3 tim.
Karena belakangan Polandia, Tiongkok, dan Peru menarik diri, praktis tinggal 34 negara yang turun di kualifikasi Piala Dunia 1954. Karena mundurnya beberapa negara ini, alhasil Hungaria lolos tanpa bermain sama sekali di kualifikasi.
Uniknya, 13 grup kualifikasi Piala Dunia kelima saat itu memiliki aturan berbeda. Grup 1, 2, 4, 7, 8, dan 10 masing-masing terdiri dari 3 tim. Tim-tim tersebut harus melawan satu sama lain dalam sistem kandang dan tandang. Juara grup akan lolos ke Swis.
Grup 5, 6, dan 9 masing-masing diisi 2 tim. Tim-tim tersebut bermain melawan satu sama lain dalam sistem kandang dan tandang. Pemenang grup pun berhak ke putaran final Piala Dunia 1954.
Grup 3 memiliki 4 tim. Usai saling berhadapan satu sama lain hanya dalam satu laga, pemenang dan peringkat kedua berhak ke Swis.
Grup 11 berisi 4 tim. Mereka saling berhadapan dengan pertandingan home-and-away. Hanya pemenang grup yang lolos ke Piala Dunia 1954.
Grup 12 terdiri dari 3 tim. Tim saling berhadapan dua kali dan hanya pemenang grup yang berangkat ke Swis.
Grup 13 seharusnya diikuti tiga tim. Namun karena Tiongkok menarik diri sebelum laga dimulai, alhasil tinggal Korea Selatan dan Jepang yang bertanding, hingga dua kali. Hanya pemenang grup yang berhak bermain di putaran final Piala Dunia 1954.
Salah satu yang paling menarik perhatian dari kualifikasi Piala Dunia 1954 ini terjadi di Grup 6, yang hanya diisi Spanyol dan Turki.
Pada leg pertama di kandangnya, 6 Januari 1954, Spanyol berhasil memuaskan penggemarnya yang datang ke Madrid dengan menghajar Turki dengan skor 4-1.
Namun pada laga kedua di Istanbul, 14 Maret 1954, tuan rumah Turki memperkuat lini pertahanan mereka hingga mampu menang dengan skor hanya 1-0.
Karena saat itu aturan gol tandang tidak dianggap punya nilai lebih dan selisih gol tidak dipakai sedangkan poin Spanyol dan Turki sama, FIFA pun menegaskan laga play-off harus dilakukan.
Laga itu berlangsung di Stadion Olimpico, Roma, Italia, pada 17 Maret 1954 atau hanya tiga hari setelah kemenangan Turki. Tidak kurang 60 ribu penonton datang ke Olimpico seraya berharap bisa menyaksikan pertandingan dramatis yang diyakini akan ditentukan dengan gaya luar biasa.
Turki membalas gol awal Jose Luis Arteche pada menit ke-18 dengan gol Burhan Sargin (32’). Sargin sendiri sebelumnya mencetak gol penentu kemenangan di Istanbul.
Turki kemudian unggul melalui Suat Marma sekitar menit ke-60. Tetapi, lawan mereka dari Semenanjung Iberia membalas dengan gol dari Adrian Escudero (79’). Tidak ada tambahan gol lagi di papan skor. Hingga perpanjangan waktu selesai, skor tetap 2-2.
Adu penalti belum menjadi bagian dari peraturan permainan, dan baru diperkenalkan oleh IFAB (International Football Association Board) pada tahun 1970. Sebagai gantinya, undian dilakukan untuk menentukan siapa yang akan berangkat ke Piala Dunia di Swis.
Luigi Franco Gemma, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun yang ayahnya bekerja di Stadion Olimpico, terpilih untuk melaksanakan tugas penting ini.
“Kami mengurung diri di ruang ganti dengan perasaan sangat putus asa, berpikir bahwa tidak ada lagi yang bisa kami lakukan, bahwa semuanya berjalan sangat buruk sehingga anak itu tidak akan memilih nama kami,” kata Escudero, seperti dikutip dari situs resmi FIFA.
“Dan tentu saja dia memilih Turki. Kekecewaan itu luar biasa. Kami merasa tak berdaya. Itu sangat dramatis,” tutur striker yang saat itu bermain untuk Atletico Madrid tersebut.
Begitulah cara Turki lolos ke Piala Dunia FIFA untuk kali pertama. Tergabung di Grup 2 di Piala Dunia 1954 bersama Hungaria, Jerman Barat, dan Korea Selatan, Turki tidak berhasil lolos dari fase grup. Mereka dihantam Jerman Barat 1-4 namun balik membantai Korsel, 7-0. Turki tak mampu melaju usai kalah 2-7 dari Jerman Barat di play-off.
Sesuai dengan aturan saat itu, Turki menghadapi Jerman Barat dua kali tetapi sama sekali tidak bermain melawan juara grup, Hungaria. Turki tersingkir dari grup yang juga berisikan dua tim yang akhirnya akan bertanding di partai final.
Turki memang tak mampu lolos dari fase grup pada debutnya di Piala Dunia pada 1954. Namun pada keikutsertaan keduanya di Piala Dunia 2002 Jepang-Korea, Turki mengejutkan publik dunia dengan merebut peringkat ketiga.
16 Tim Peserta Putaran Final Piala Dunia 1954
- Asia (1) – Korea Selatan
- Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (1) – Meksiko
- Amerika Selatan (2) – Brasil, Uruguai (juara bertahan)
- Eropa (12) – Austria, Belgia, Cekoslowakia, Inggris, Prancis, Hungaria, Italia, Skotlandia (debut), Swis (tuan rumah), Turki (debut), Jerman Barat, Yugoslavia
Editor: Tri Cahyo Nugroho




