Milan, VIVA – Insiden pelemparan flare kembali mencoreng dunia sepak bola Italia. Kali ini, korbannya adalah kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero, dalam laga melawan Inter Milan yang digelar Senin dini hari WIB, 2 Februari 2026.
Dalam pertandingan tersebut, Audero terkena lemparan flare dari oknum suporter Inter Milan yang berasal dari tribun pendukung tim tamu. Flare tersebut mendarat di area dekat kotak penalti dan membuat pertandingan sempat terhenti karena Audero membutuhkan penanganan medis.
Meski sempat terganggu, Emil Audero tetap melanjutkan pertandingan setelah mendapat perawatan. Insiden ini pun langsung menuai kecaman karena dinilai membahayakan keselamatan pemain di lapangan.
- CNN
Menariknya, Emil Audero bukan kiper pertama yang menjadi korban aksi tidak terpuji oknum suporter Inter Milan. Sebelumnya, kejadian serupa pernah menimpa kiper AC Milan, Nelson Dida, dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions 2004/2005 di Stadion San Siro.
Pada pertandingan yang berlangsung 12 April 2005 tersebut, Dida terkena lemparan flare dari arah tribun suporter Inter. Insiden itu menyebabkan pertandingan dihentikan dan berujung pada sanksi berat dari UEFA kepada Inter Milan, termasuk kekalahan 0-3 dan larangan bermain di kandang tanpa penonton.
Insiden terhadap Emil Audero pun memunculkan kembali ingatan publik terhadap peristiwa kelam yang pernah melibatkan suporter Inter Milan hampir dua dekade lalu.
Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, turut menyayangkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan oknum suporter itu tidak mencerminkan nilai klub, terlebih Emil Audero merupakan mantan pemain Inter yang pernah berjasa bagi Nerazzurri.
Pelemparan flare ke dalam lapangan kembali menjadi pengingat bahwa masalah perilaku suporter masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi sepak bola Italia, terutama dalam menjaga keselamatan pemain dan sportivitas pertandingan.


