Jakarta, tvOnenews.com - Memasuki hari ke-10 operasi kemanusiaan di lokasi bencana tanah longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tim SAR gabungan melaporkan perkembangan signifikan.
Hingga Senin (2/2) sore, petugas telah mengevakuasi total 83 kantong jenazah dari timbunan material longsor.
Temuan ini menjadi sorotan karena jumlah kantong jenazah yang terkumpul ternyata melampaui jumlah warga yang dilaporkan hilang dalam daftar pencarian awal.
“Secara akumulatif hingga sore ini sebanyak 83 kantong jenazah. Jumlah ini sudah melebihi dari jumlah dalam daftar pencarian. Namun dari identifikasi DVI ada kantong jenazah yang melebihi dari satu namun memiliki identitas tunggal,” ungkap Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, di Bandung.
Hingga saat ini, proses identifikasi yang dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) telah berhasil memastikan identitas 61 korban.
Dari puluhan jenazah yang teridentifikasi tersebut, ditemukan fakta bahwa tidak semua korban terdaftar dalam data laporan awal warga hilang.
Tercatat, 45 jenazah merupakan warga setempat yang memang sedang dicari, sementara 16 korban lainnya ditemukan di luar pendataan awal.
“Dari 61 korban yang teridentifikasi, 45 korban sesuai dalam daftar pencarian. Kemudian dua korban teridentifikasi namun tidak tercantum dalam daftar pencarian,“ jelas Ade.
Situasi di lapangan masih dinamis karena masih ada sekitar 35 korban yang identitasnya belum bisa dipastikan secara medis. Dari jumlah tersebut, 20 di antaranya masih berupa kantong jenazah yang tengah menjalani prosedur pemeriksaan intensif oleh tim DVI.
Mengingat kondisi di lapangan dan status tanggap darurat yang masih berlaku, pihak berwenang memutuskan untuk meneruskan misi pencarian hingga beberapa hari ke depan.
“Sesuai dengan keputusan pemerintah terkait tanggap darurat bencana, operasi SAR direncanakan akan terus dilakukan hingga 14 hari ke depan dan akan dievaluasi pada hari ketujuh,” ujar Ade.
Guna mengoptimalkan pencarian di sisa waktu yang ada, tim SAR gabungan mulai melakukan pergeseran personel dan memperluas zona penyisiran.
Berdasarkan evaluasi teknis terbaru, sebagian personel kini dialihkan dari sektor A2 menuju sektor B2, yang diyakini masih menyimpan potensi keberadaan korban lainnya di bawah reruntuhan. (ant/dpi)



