Terus Diancam Trump, Iran Ingin Lanjutkan Perundingan Nuklir dengan AS

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu, menegaskan jika Iran tidak bersedia menyepakati kesepakatan terkait program nuklirnya, maka dunia akan "melihat sendiri" apakah serangan AS benar-benar akan memicu perang regional, seperti yang diperingatkan Pemimpin Tertinggi Iran.

Pernyataan Trump itu menanggapi komentar Ayatollah Ali Khamenei yang menyebut bahwa serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran akan berujung pada konflik kawasan.

Baca Juga :
Blokade Minyak, Donald Trump Sebut Kuba Negara Gagal
Jenderal Top Israel Bocorkan Kapan Rencana AS Serang Iran

Ia menegaskan bahwa AS telah menempatkan kapal-kapal perang terbesar dan terkuat di kawasan tersebut, meski demikian ia berharap masih ada peluang tercapainya kesepakatan.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memerintahkan untuk melanjutkan negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat, demikian dilaporkan media Iran, Tasnim, Senin, 2 Februari 2026, mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut.

Sumber tersebut mengatakan bahwa pembicaraan kemungkinan akan segera dimulai kembali, dan akan melibatkan pejabat senior dari kedua negara, tetapi, waktu dan lokasi pertemuan yang tepat belum ditentukan.

Negosiasi tersebut, diperkirakan akan berlangsung di tingkat Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan utusan AS Steve Witkoff. Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari kantor Pezeshkian mengenai perkembangan itu.

Langkah tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS, dengan armada militer Amerika dilaporkan telah menuju ke wilayah tersebut, seperti yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump.

Sementara itu, pada konferensi pers mingguan di Teheran pada Senin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membantah menerima "ultimatum atau tenggat waktu apa pun" dalam negosiasi dengan AS.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran saat ini sedang "berbicara dengan" Washington, sebuah sinyal adanya peluang kesepakatan yang dapat menghindarkan kedua negara dari konfrontasi militer.  

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan, ketika pemimpin tertinggi Iran justru memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan memicu "perang regional". 

Komentar Trump disampaikan bersamaan dengan pengerahan kelompok tempur angkatan laut AS yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln ke perairan dekat Iran. Langkah tersebut menyusul ancaman Trump untuk campur tangan atas penindakan keras Teheran terhadap gelombang protes anti-pemerintah.

Baca Juga :
Meradang! Donald Trump Ancam Gugat Trevor Noah Usai Singgung Dirinya dan Epstein di Grammy Awards
Berani! MC Grammy Awards Sentil Donald Trump dan Epstein Saat Live
Deretan Nama Tokoh Terkenal dalam 3 Juta Dokumen Jeffrey Epstein yang Dirilis DOJ AS

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
OJK Tetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Pengganti Pimpinan, Berlaku Efektif 31 Januari 2026
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Kemendikdasmen Perluas Akses Pendidikan Melalui Penguatan Sekolah Nonformal di Cianjur
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Video Viral Bongkar Dugaan Manipulasi BAP, Penyidik Polsek Cilandak Diperiksa Propam
• 16 jam lalusuara.com
thumb
Intip Bocoran Spesifikasi Vivo V70 dan V70 Elite yang Usung Kamera ZEISS, Indonesia Kebagian?
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Diperiksa Bareskrim, Pandji Pragiwaksono Sebut Kasus Dugaan Penghinaan Toraja Sudah Penyidikan
• 11 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.