Dipolisikan Hingga 5 Kali di Polda Metro Buntut Mens Rea, Pandji Pragiwaksono Singgung Sikap Gibran

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Komika Pandji Pragiwaksono menyinggung sikap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menanggapi polemik pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea. Menurutnya, Gibran menunjukkan respons yang bijak dan tidak berlebihan menyikapi materi komedi yang menyebut namanya.

Pandji menilai, Gibran memahami betul dunia seni, khususnya stand up comedy, sehingga memilih untuk tidak menanggapi secara emosional. Bahkan, Wapres disebut telah meminta para pendukungnya agar tidak bereaksi berlebihan terhadap materi dalam Mens Rea.

Baca Juga :
Diperiksa Bareskrim Soal Candaan Pemakaman Toraja, Pandji Akui Dicecar 48 Pertanyaan
Sudah 1.150.414 Wajib Pajak Lapor SPT Tahunan hingga Pagi Ini

“Respons yang saya rasa cukup bijak karena Wapres Gibran sebagai Wakil Presiden. Kayaknya beliau ini adalah wakil presiden pertama dari generasi milenial sehingga memang paling pas untuk bisa menyikapi produk, culture seperti stand up comedy,” kata Pandji kepada wartawan, dikutip Selasa, 3 Februari 2026.

Selain itu, terkait dengan sejumlah laporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terhadapnya perihal Mens Rea, Pandji mengaku belum menerima panggilan dari penyidik.

Ia menjelaskan, materi yang dibawakan dalam acara Means Rea, merupakan bagian dari karya seni dan bentuk ekspresi yang sah dalam pekerjaannya sebagai komika. Pandji bahkan mempersilakan publik untuk memiliki pandangan masing-masing terhadap karyanya.

“Saya sebagai orang berkarya, ketika karyanya sudah dirilis, orang bisa punya opini. Saya membebaskan siapa pun untuk punya pendapat terhadap karya saya,” ujarnya.

Menurutnya, Mens Rea dirancang sebagai pertunjukan komedi yang bertujuan menghibur masyarakat, bukan untuk menghasut atau menyerang pihak tertentu.

Untuk diketahui, sejauh ini total ada lima laporan polisi di Polda Metro Jaya menyeret nama Pandji buntut stand up Mens Rea. Salah satu pelapor, yakni Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin alias Novel Bamukmin pun telah diperiksa pada 26 Januari 2026, lalu.

Sebelum diperiksa penyidik, Novel menegaskan bahwa kebebasan berekspresi tetap memiliki batas, terutama ketika menyentuh isu agama yang dinilainya sangat sensitif.

“Silahkan mau berekspresi apapun, mau kritik pemerintah silahkan. Tapi untuk agama ini sangat sensitif. Nah, saya melaporkan agar Indonesia ini jangan gaduh. Karena sudah gaduh masyarakat di mana-mana,” ujar Novel, Senin, 26 Januari 2026.

Baca Juga :
Pemeriksaan Propam Rampung, Polda Metro Pastikan Aiptu Ikhwan Mulyadi Tak Aniaya Pedagang Es Kue Jadul Sudrajat
Waspada! Polisi Gelar Razia di Jadetabek Jelang Ramadan, Ini 9 Pelanggaran yang Disasar
Propam Polda Metro Patsus Polantas yang Pungli di Jakpus

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Group CEO BRI Beri Apresiasi Peran PNM dalam Transformasi Ekosistem Ultra Mikro Berkelanjutan
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
LSM di Aceh Desak Penegakan Hukum Usai Pencabutan Izin Perusahaan Perusak Hutan
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Pariwisata Makassar Unggulkan Gastronomi
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo Bakal Terima Pimpinan Ormas Islam dan Ponpes, Ini Pembahasannya
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Kumpulkan Pemda, Prabowo Soroti Masalah Sampah hingga Genteng Seng
• 21 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.