RDF Rorotan Dikritik, dari Perencanaan Asal hingga Amdal Tak Transparan

kompas.com
18 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara, kembali menjadi sorotan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menilai proyek pengolahan sampah ini bermasalah mulai dari tahap perencanaan hingga Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Baca juga: RDF Rorotan Diprotes Warga, DPRD DKI: Perencanaan Asal-asalan, AMDAL Tak Transparan

Perencanaan dan AMDAL yang dipertanyakan

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Ali Lubis, menganggap proyek RDF Rorotan tidak disiapkan secara matang.

Kajian Amdal yang seharusnya menjadi landasan transparan bagi pelaksanaan proyek dinilai belum terbuka secara jelas kepada publik.

“Situasi ini memperkuat dugaan bahwa RDF Rorotan dibangun dengan perencanaan yang asal-asalan dan kajian Amdal yang tidak transparan,” kata Ali saat dihubungi Kompas.com, Senin (2/2/2026).

Menurut Ali, proyek dengan anggaran sekitar Rp1,3 triliun seharusnya melalui perencanaan yang serius, mulai dari pemilihan lokasi, kesiapan teknologi, hingga pengendalian dampak lingkungan dan sosial.

Namun, kondisi di lapangan justru menunjukkan berbagai persoalan, termasuk keluhan warga yang masih terganggu oleh bau menyengat.

“Keluhan bau menyengat, keresahan warga, dan potensi gangguan kesehatan masih terus terjadi, menandakan bahwa proyek ini dipaksakan tanpa kesiapan yang layak,” kata dia.

Masalah yang muncul menandakan bahwa mitigasi dampak lingkungan belum berjalan dengan baik.

Aktivitas truk pengangkut sampah, pengelolaan limbah, hingga dampak kesehatan warga diduga belum dikaji secara mendalam.

“Proyek strategis dengan anggaran besar tidak seharusnya dijalankan dengan pendekatan coba-coba,” kata dia.

Ali menekankan bahwa dokumen AMDAL seharusnya menjadi alat perlindungan bagi masyarakat sekaligus panduan pelaksanaan proyek.

Namun, dokumen tersebut hingga kini belum terbuka secara transparan bagi publik.

Baca juga: DPRD DKI: RDF Rorotan dari Awal Perencanaannya Tidak Matang

Proyek strategis, bukan beban politik

Dalam konteks pemerintahan, Ali mengingatkan agar proyek RDF Rorotan tidak menjadi beban politik bagi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menilai proyek bermasalah berisiko menimbulkan dampak politik jika tidak ditangani serius.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Operasi Keselamatan Pallawa 2026 Digelar, Polres Pangkep Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Penjualan Rokok di Indonesia Disebut Capai 320 Miliar Batang per Tahun, Tertinggi di ASEAN
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Tragis, Mantan Orang Penting DKI Dianiaya Hingga Tewas di Gumuk Pasir Bantul Gegara Sengketa Bisnis Travel
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Video: Pink Tax: Strategi Harga Pasar dan Beban Ekonomi Perempuan
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
DJKI Perkenalkan Layanan Konsultasi Kekayaan Intelektual Melalui Video Call
• 12 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.