Militer Thailand mengungkap temuan sejumlah besar bukti penipuan lintas negara dari sebuah kompleks scam di O’Smach, Kamboja. Pihaknya menyita banyak bukti tersebut setelah bentrokan antara kedua negara di 2025.
Dikutip dari Reuters, Direktur Jenderal Direktorat Intelijen Angkatan Darat Kerajaan Thailand, Letnan Jenderal Teeranan Nandhakwang, mengatakan kompleks tersebut sebelumnya menampung ribuan orang yang dipaksa melakukan penipuan daring terhadap warga asing dengan ancaman hukuman.
Baca Juga: Perketat Skrining, Bandara Singapura, Thailand dan Malaysia Waspada Penyebaran Virus Nipah
Di O’Smach, terdapat sejumlah bangunan yang dipenuhi dokumen, termasuk daftar panjang calon target penipuan beserta detail kontak mereka, serta naskah percakapan yang digunakan dalam aksi penipuan.
Kompleks O’Smach sebelumnya juga pernah disebut sebagai basis operasi penipuan internasional oleh Amerika Serikat (AS).
“Alasan kami memperlihatkan tempat ini hari ini adalah agar dunia melihat bagaimana lokasi ini digunakan sebagai basis kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Nandhakwang.
Militer Thailand menyebut barang bukti yang disita meliputi 871 kartu SIM yang memungkinkan komunikasi internasional anonim, puluhan ponsel pintar, lencana polisi palsu serta seragam polisi.
Selain itu, terdapat juga sejumlah ruangan yang diatur menyerupai kantor polisi dari berbagai negara, termasuk Brasil, China dan Australia. Ruangan tersebut diduga digunakan untuk meyakinkan korban penipuan.
Baca Juga: Toyota Mengeluh Perang Kamboja-Thailand Bikin Produksi Terhambat dan Biaya Ongkirnya Membengkak
Adapun Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja, Touch Sokhak menegaskan pihaknya tengah melakukan penindakan terhadap industri penipuan dan berjanji memberantas praktik ilegal tersebut sebelum April.





