Jakarta (ANTARA) - Kota Semarang, Jawa Tengah menghadirkan destinasi hospitality baru dengan membangun KoenoKoeni Hotel Semarang yang mengangkat nuansa estetik dan mempertahankan warisan budaya.
Pembangunan hotel ini berawal dari sebuah kafe yang menjadi ruang berbagi koleksi benda-benda antik bernilai historis. Setiap koleksi yang dihadirkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa narasi tentang proses, keterampilan, dan perjalanan lintas generasi.
“Bagi kami, benda antik bukan sekadar untuk dilihat, tetapi untuk dikenali dan dimaknai. Di dalamnya tersimpan nilai, keterampilan, dan cerita lintas generasi. Melalui KoenoKoeni Hotel Semarang, kami ingin menghadirkan ruang di mana para tamu dapat merasa dekat dengan masa lalu dan membawa pulang pengalaman yang berkesan,” ujar manajemen KoenoKoeni Hotel Semarang dalam keterangan pers yang diterima, Selasa.
Sebagai small luxury hotel, KoenoKoeni memiliki pendekatan desain yang berorientasi pada pengalaman, keramahan khas Indonesia, serta estetika modern yang berkelas. Perpaduan ini menghadirkan destinasi yang istimewa dan menawan di tengah lanskap perhotelan urban Semarang.
Baca juga: "Wayang Orang on The Street" tampil meriah di Kota Lama Semarang
Hotel dengan 111 kamar ini dikonsep sebagai sebuah “portal lintas waktu,” di mana ruang-ruang publik menampilkan kekayaan historis, sementara area privat menawarkan ketenangan dan kenyamanan kontemporer.
Kamar tersedia dalam dua kategori, yaitu Deluxe Room seluas 35 meter persegi dan Executive Room seluas 70 meter persegi, dengan pemandangan kota, Gunung Ungaran, hingga garis pantai yang memukau.
Terletak di jantung Pulau Jawa, Semarang menjadi lokasi strategis yang kaya akan sejarah serta menjadi gerbang menuju berbagai destinasi budaya utama seperti Yogyakarta, Borobudur, dan Surakarta. Kota ini sejatinya menjadi rumah bagi KoenoKoeni, sejalan dengan semangat yang dibawa oleh KoenoKoeni dalam merayakan warisan budaya.
KoenoKoeni Hotel Semarang kini memasuki tahap pengembangan berikutnya menjelang rencana pembukaannya pada kuartal ketiga 2026. Kehadirannya diharapkan menjadi ruang bagi para tamu untuk berhenti sejenak, berimajinasi, dan terhubung dengan sejarah serta budaya yang membentuk Semarang dan sekitarnya.
Baca juga: Heritage Menara Syahbandar Semarang kembali dihidupkan
Baca juga: Pameran Pikat Wastra Nusantara di Semarang kenalkan desain fashion
Baca juga: Wali Kota Semarang sebut 10 bangunan Kota Lama belum ketemu pemilik
Pembangunan hotel ini berawal dari sebuah kafe yang menjadi ruang berbagi koleksi benda-benda antik bernilai historis. Setiap koleksi yang dihadirkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa narasi tentang proses, keterampilan, dan perjalanan lintas generasi.
“Bagi kami, benda antik bukan sekadar untuk dilihat, tetapi untuk dikenali dan dimaknai. Di dalamnya tersimpan nilai, keterampilan, dan cerita lintas generasi. Melalui KoenoKoeni Hotel Semarang, kami ingin menghadirkan ruang di mana para tamu dapat merasa dekat dengan masa lalu dan membawa pulang pengalaman yang berkesan,” ujar manajemen KoenoKoeni Hotel Semarang dalam keterangan pers yang diterima, Selasa.
Sebagai small luxury hotel, KoenoKoeni memiliki pendekatan desain yang berorientasi pada pengalaman, keramahan khas Indonesia, serta estetika modern yang berkelas. Perpaduan ini menghadirkan destinasi yang istimewa dan menawan di tengah lanskap perhotelan urban Semarang.
Baca juga: "Wayang Orang on The Street" tampil meriah di Kota Lama Semarang
Hotel dengan 111 kamar ini dikonsep sebagai sebuah “portal lintas waktu,” di mana ruang-ruang publik menampilkan kekayaan historis, sementara area privat menawarkan ketenangan dan kenyamanan kontemporer.
Kamar tersedia dalam dua kategori, yaitu Deluxe Room seluas 35 meter persegi dan Executive Room seluas 70 meter persegi, dengan pemandangan kota, Gunung Ungaran, hingga garis pantai yang memukau.
Terletak di jantung Pulau Jawa, Semarang menjadi lokasi strategis yang kaya akan sejarah serta menjadi gerbang menuju berbagai destinasi budaya utama seperti Yogyakarta, Borobudur, dan Surakarta. Kota ini sejatinya menjadi rumah bagi KoenoKoeni, sejalan dengan semangat yang dibawa oleh KoenoKoeni dalam merayakan warisan budaya.
KoenoKoeni Hotel Semarang kini memasuki tahap pengembangan berikutnya menjelang rencana pembukaannya pada kuartal ketiga 2026. Kehadirannya diharapkan menjadi ruang bagi para tamu untuk berhenti sejenak, berimajinasi, dan terhubung dengan sejarah serta budaya yang membentuk Semarang dan sekitarnya.
Baca juga: Heritage Menara Syahbandar Semarang kembali dihidupkan
Baca juga: Pameran Pikat Wastra Nusantara di Semarang kenalkan desain fashion
Baca juga: Wali Kota Semarang sebut 10 bangunan Kota Lama belum ketemu pemilik


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5491018/original/044975500_1770047214-Kepala_BGN_Dadan_Hindayana.jpg)

