Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Gunung Semeru erupsi pada Selasa (3/2/2026) pukul 04.42 WIB, mencapai tinggi kolom letusan 700 meter di atas puncak.
  • Aktivitas kegempaan Semeru mencatat 20 kali gempa letusan dalam periode pengamatan pagi hari.
  • Status Gunung Semeru masih Siaga (Level III), masyarakat dilarang beraktivitas di radius 13 km dari puncak.

Suara.com - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Selasa (3/2/2026) pukul 04.42 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau mencapai 4.376 meter di atas permukaan laut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut. Letusan tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 155 detik.

Dalam periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB, aktivitas kegempaan Semeru terbilang fluktuatif. Tercatat 20 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 12–22 mm dan durasi 83–155 detik, serta lima kali gempa hembusan dengan amplitudo 2–4 mm berdurasi 56–78 detik. Selain itu, terjadi satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4 mm, jarak waktu S-P 50 detik, dan durasi 175 detik.

Secara visual, kondisi gunung sempat terlihat jelas meski sesekali tertutup kabut tipis (0–I). Asap kawah tidak teramati, sementara cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan dengan angin lemah bertiup ke arah barat laut.

Saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.

Warga dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak, yang menjadi pusat erupsi. Di luar zona tersebut, masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena berisiko terkena lontaran batu pijar.

PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya lain berupa awan panas guguran, aliran lava, dan lahar di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru. Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran tersebut.

Masyarakat diminta terus memantau informasi resmi dari otoritas terkait dan segera mengikuti arahan petugas apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung.

Baca Juga: Awas! Gunung Dukono Menyembur Asap Tebal 900 Meter Pagi Ini, Benarkah Statusnya Aman?


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bunga Bangkai Raksasa Ditemukan Mekar di Salareh Aia, Sumbar
• 34 menit lalukumparan.com
thumb
Industri Kayu dan UMKM Diminta Berkolaborasi
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Usai Denada Akui Ressa Rosano Anak Kandungnya, Jerry Aurum Muncul Beri Pesan Menyentuh
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Seskab Teddy Sebut Pertemuan Prabowo-Trump soal Tarif RI-AS Sedang Dibahas
• 44 menit lalukumparan.com
thumb
Waskita Karya Infrastruktur Bukukan Laba 2025, Optimistis Perluas Proyek Eksternal di 2026
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.