Anggota DPR Minta Kasus Asap Oranye di Pabrik Cilegon Diinvestigasi Menyeluruh

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Cilegon -

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Shanty Alda Nathalia, merespons insiden munculnya asap oranye di sebuah pabrik di kawasan Cilegon, Banten. Menurutnya, perlu dilakukan investigasi terhadap akar masalah serta penanganan terhadap warga di sekitar lokasi kejadian.

Shanty mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq. Ia menyebut tim dari Kementerian LH telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

"Saya sudah menghubungi Menteri LH dan tim sudah diturunkan. Ini respons taktis yang kita butuhkan. Namun, pekerjaan belum selesai. Saya meminta tim bekerja objektif untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh (thorough investigation). Jangan hanya melihat apa yang terjadi di permukaan, tapi cari akar masalahnya sampai ke dalam," kata Shanty kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Pemkot Tinjau Pabrik di Cilegon yang Keluarkan Asap Oranye, Ini Hasilnya

Shanty meminta tim Kementerian Lingkungan Hidup tidak hanya memotret kejadian saat insiden berlangsung, tetapi juga melakukan audit sistem keselamatan pabrik secara komprehensif. Menurutnya, kepulan asap oranye tersebut merupakan indikator kuat adanya kegagalan sistem yang serius di industri tersebut.

"Pemeriksaan menyeluruh ini mutlak. Tim harus membedah apakah ini murni kegagalan teknologi, human error, atau adanya pembiaran terhadap standar perawatan (maintenance). Hasil investigasi ini harus transparan dan objektif karena menyangkut kepercayaan publik dan keselamatan nyawa," ujar Shanty.

Menurut legislator PDI Perjuangan itu, poin paling krusial adalah nasib warga di sekitar pabrik. Shanty menegaskan tanggung jawab perusahaan tidak gugur hanya karena asap telah mereda. Ia menuntut adanya skema rehabilitasi pascakejadian yang jelas dan terukur.

"Yang tidak kalah penting, dan ini poin krusialnya, adalah rehabilitasi warga. Paparan bahan kimia memiliki risiko kesehatan yang mungkin tidak langsung terlihat saat ini, tetapi bersifat jangka panjang (laten). Maka, rehabilitasi kesehatan adalah harga mati," katanya.

Shanty meminta pemerintah memastikan perusahaan menanggung seluruh biaya pemulihan fisik dan psikologis warga. Ia juga menekankan perlunya pemantauan medis lanjutan guna memastikan organ pernapasan warga aman dari residu kimia.

"Negara harus hadir memastikan rakyatnya terlindungi. Rehabilitasi ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral dan hukum. Jangan sampai warga ditinggalkan berjuang sendiri melawan dampak kesehatan di kemudian hari setelah berita ini reda," tegas Shanty.

Baca juga: Video Heboh Asap Oranye Muncul dari Pabrik di Cilegon, Ini Kata Polisi




(aik/zap)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sido Muncul Raih Penghargaan BPOM, Konsisten Jamin Produk Herbal Bermutu
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
BNI Catat Fundamental Solid, Likuiditas Kuat, dan Risiko Terkelola Sepanjang 2025
• 3 jam laludisway.id
thumb
Kode Sepatu Hijau Ramadhan Sananta Picu Reaksi Bonek, Isyarat Gabung ke Persebaya Reuni Bernardo Tavares?
• 20 menit laluharianfajar
thumb
Leverage Spekulatif Meniup Gelembung, Harga Emas–Perak Anjlok Tajam
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
SpaceX akuisisi xAI untuk bangun pusat data di luar angkasa
• 6 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.