Dari tiga pilar ekspor non-migas utama, hanya batu bara yang mencatatkan rapor merah.
IDXChannel – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan kinerja ekspor komoditas unggulan Indonesia sepanjang periode Januari hingga Desember 2025.
Dari tiga pilar ekspor non-migas utama, hanya batu bara yang mencatatkan rapor merah, sementara sektor besi baja serta minyak kelapa sawit (CPO) menunjukkan performa yang solid.
Berdasarkan data BPS, nilai ekspor batu bara mengalami penurunan tajam sebesar 19,70 persen. Angka tersebut merosot dari USD30,49 miliar pada tahun 2024 menjadi USD24,48 miliar di penghujung 2025.
“Nilai ekspor batu bara ini turun 19,70 persen juga secara kumulatifnya dari Januari sampai dengan Desember 2025,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dikutip Selasa (3/2/2026).
Penurunan pada sektor batu bara tidak hanya terjadi pada nilai, tetapi juga volume. Secara kumulatif, volume pengapalan batu bara ke luar negeri turun 3,66 persen menjadi 390,3 juta ton.
Sebaliknya, dua komoditas unggulan lainnya justru mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan.
Minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya menjadi primadona sepanjang 2025 dengan lonjakan nilai ekspor sebesar 21,83 persen (menjadi USD24,42 miliar) dan kenaikan volume sebesar 9,09 persen (menjadi 23,61 juta ton).
Besi dan baja mencatatkan kenaikan nilai sebesar 8,41 persen menjadi USD27,97 miliar, dengan volume yang juga merangkak naik ke angka 23,26 juta ton.
Meskipun sektor pertambangan tertekan akibat lesunya penjualan batu bara, industri pengolahan secara keseluruhan masih mampu tumbuh sebesar 14,47 persen. Pertumbuhan ini disokong kuat oleh sektor hilirisasi minyak sawit.
Di sisi lain, ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga melesat 21,01 persen yang didorong oleh tingginya permintaan komoditas kopi di pasar dunia.
"Ekspor produk pertambangan dan lainnya turun 23 persen yang disebabkan penurunan penjualan batu bara," tulis rilis resmi BPS mengenai perbandingan sektor di tahun 2025.
Khusus untuk bulan Desember 2025, volume ekspor batu bara tercatat berada di angka 36,28 juta ton, terkoreksi tipis 0,45 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
(Nur Ichsan Yuniarto)


