Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan dan pelayanan guna menjamin keselamatan pelayaran nasional serta melindungi penumpang, awak kapal, dan maritim Indonesia.
"Tantangan keselamatan pelayaran yang semakin kompleks menuntut penguatan koordinasi dan sinergi antarinstansi serta seluruh pemangku kepentingan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Dia menekankan hal itu dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) ke-53 dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) ke-38 melalui upacara yang diselenggarakan di Lampung Selatan.
Ia menegaskan peringatan HUT KPLP dan PPLP bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang pengabdian KPLP dan PPLP dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran, menegakkan hukum di laut, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna transportasi laut.
Baca juga: Pelni siapkan layanan Lebaran 2026 mengacu pada Nataru 2025-2026
“Selama lebih dari lima dekade, KPLP dan PPLP telah menjadi garda terdepan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam memastikan perairan Indonesia aman, tertib, dan andal sebagai jalur transportasi nasional maupun internasional,” ujar Masyhud.
Ia menekankan keberhasilan pelaksanaan tugas KPLP dan PPLP sangat ditentukan oleh soliditas di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yang mencakup kesatuan visi, disiplin, profesionalisme, serta integritas seluruh personel dalam menjalankan amanah negara.
Menurutnya, keselamatan pelayaran hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, operator pelayaran, pengguna jasa, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Usai pelaksanaan upacara, Masyhud melakukan dialog langsung dengan masyarakat nelayan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan arahan kepada nelayan agar senantiasa mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di laut, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta selalu memantau dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum dan selama berlayar.
“Keselamatan di laut adalah tanggung jawab bersama. Saya mengimbau para nelayan untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca, mematuhi rambu-rambu pelayaran, dan tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi tidak memungkinkan,” tegasnya.
Dialog berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana para nelayan menyampaikan berbagai masukan dan pertanyaan terkait keselamatan pelayaran.
Masyhud menegaskan partisipasi aktif masyarakat nelayan sangat penting dalam menciptakan perairan yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Dalam rangka menghadapi penyelenggaraan Angkutan Lebaran yang akan datang, ia juga meminta seluruh jajaran KPLP, PPLP, dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya dalam pengawasan keselamatan pelayaran.
Baca juga: KNKT: Kapal tenggelam, masalah manifes dominasi kecelakaan pelayaran
Selain itu pemeriksaan kelaiklautan kapal dan kesiapan awak kapal, penguatan patroli serta penegakan hukum di laut, serta pemberian pelayanan yang profesional dan humanis kepada masyarakat.
“Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama, karena di balik setiap kebijakan dan tindakan yang kita ambil terdapat tanggung jawab besar terhadap keselamatan jiwa manusia dan kelancaran aktivitas ekonomi nasional,” kata Masyhud.
"Tantangan keselamatan pelayaran yang semakin kompleks menuntut penguatan koordinasi dan sinergi antarinstansi serta seluruh pemangku kepentingan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Dia menekankan hal itu dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) ke-53 dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) ke-38 melalui upacara yang diselenggarakan di Lampung Selatan.
Ia menegaskan peringatan HUT KPLP dan PPLP bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang pengabdian KPLP dan PPLP dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran, menegakkan hukum di laut, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna transportasi laut.
Baca juga: Pelni siapkan layanan Lebaran 2026 mengacu pada Nataru 2025-2026
“Selama lebih dari lima dekade, KPLP dan PPLP telah menjadi garda terdepan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam memastikan perairan Indonesia aman, tertib, dan andal sebagai jalur transportasi nasional maupun internasional,” ujar Masyhud.
Ia menekankan keberhasilan pelaksanaan tugas KPLP dan PPLP sangat ditentukan oleh soliditas di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yang mencakup kesatuan visi, disiplin, profesionalisme, serta integritas seluruh personel dalam menjalankan amanah negara.
Menurutnya, keselamatan pelayaran hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, operator pelayaran, pengguna jasa, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Usai pelaksanaan upacara, Masyhud melakukan dialog langsung dengan masyarakat nelayan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan arahan kepada nelayan agar senantiasa mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di laut, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta selalu memantau dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum dan selama berlayar.
“Keselamatan di laut adalah tanggung jawab bersama. Saya mengimbau para nelayan untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca, mematuhi rambu-rambu pelayaran, dan tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi tidak memungkinkan,” tegasnya.
Dialog berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana para nelayan menyampaikan berbagai masukan dan pertanyaan terkait keselamatan pelayaran.
Masyhud menegaskan partisipasi aktif masyarakat nelayan sangat penting dalam menciptakan perairan yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Dalam rangka menghadapi penyelenggaraan Angkutan Lebaran yang akan datang, ia juga meminta seluruh jajaran KPLP, PPLP, dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya dalam pengawasan keselamatan pelayaran.
Baca juga: KNKT: Kapal tenggelam, masalah manifes dominasi kecelakaan pelayaran
Selain itu pemeriksaan kelaiklautan kapal dan kesiapan awak kapal, penguatan patroli serta penegakan hukum di laut, serta pemberian pelayanan yang profesional dan humanis kepada masyarakat.
“Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama, karena di balik setiap kebijakan dan tindakan yang kita ambil terdapat tanggung jawab besar terhadap keselamatan jiwa manusia dan kelancaran aktivitas ekonomi nasional,” kata Masyhud.




