PDIP Kaji Besaran Ambang Batas Parlemen untuk Pemilu 2029

genpi.co
10 jam lalu
Cover Berita

GenPI.co - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut partainya masih besaran ambang batas parlemen yang ideal untuk Pemilu 2029.

Hasto Kristiyanto mengatakan PDIP menilai ambang batas parlemen, tetap dibutuhkan untuk efektivitas sistem presidensial.

“Parlementary threshold tetap dibutuhkan untuk konsolidasi demokrasi, dan meningkatkan penguatan sistem presidensial,” katanya dikutip dari Antara, Selasa (3/2).

Dia menyampaikan partai berlambang banteng moncong putih ini, belum menentukan sikap terkait besaran ambang batas parlemen yang ideal.

“PDIP masih melakukan kajian, berapa besarnya,” ujarnya, saat menjawab pertanyaan mengenai revisi UU Pemilu, seusai rapat konsolidasi internal PDIP Kaltim di Samarinda, Senin.

Hasto juga merespons saat ditanya terkait banyaknya kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) yang terjadi belakangan ini.

Dia menekankan ada pengawasan yang ketat terhadap mitra penyedia dan distribusi makanan. Sebab, program itu menelan uang rakyat yang besar.

Hasto menginstruksikan kepada kader PDIP di DPRD tetap kritis dan berani berjuang untuk kebenaran.

Salah satu program yang perlu dikawal, yakni kebijakan pendidikan gratis di Kalimantan Timur, supaya tepat sasaran.

“Kader PDIP harus turun ke bawah, menempatkan skala prioritas untuk pembelaan terhadap rakyat yang tertinggal,” ucapnya. (ant)

Kalian wajib tonton video yang satu ini:


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Duet Kiai Said Aqil-Gus Salam Dianggap Pantas Memimpin NU
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Ngurus Banjir di Jakarta Bikin Khawatir, Pramono Ngaku Enggak Punya Waktu Buat Ngonten Pribadi di Youtube
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pensiunan ASN yang Tendang Kucing hingga Mati di Blora Minta Maaf
• 9 jam laludetik.com
thumb
GAPMMI: Masuknya Menperin ke DEN Bisa Ubah Nasib Industri Makanan-Minuman
• 21 jam laludisway.id
thumb
Pengerjaan Istana Wapres di IKN Selesai 100 Persen
• 4 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.