JAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar kebencanaan dari Univeristas Gadjah Mada, Dwikorita Karnawati, mengatakan fenomena lubang raksasa yang terbentuk di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, bukanlah sinkhole.
Berdasarkan visual lubang yang dirilis, kata Dwikorita, lubang raksasa tersebut terlihat seperti mahkota longsoran. Ia menyebut lubang itu terus meluas karena gerakan tanah.
"Ini seperti mahkota longsoran, longsoran pada tanah pasir, tanahnya seperti pasir atau batu pasir yang lapuk. Ini kayak lembah alur galai atau sungai," kata Dwikorita dalam keterangannya di Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Selasa (3/2/2026).
"Ini ada semacam erosi ke arah hulu, itu jalannya bisa terpotong sebentar lagi. Kenapa bisa runtuh terus? Karena tebingnya, itu kohesinya sangat lemah."
Baca Juga: Kepala BNPB Serahkan 102 Huntap dan DTH untuk Korban Banjir Longsor di Aceh Timur
Mantan kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) itu pun mengingatkan lubang raksasa tersebut berpotensi terus membesar hingga berdampak ke area sekitarnya.
Mengenai penanganan lubang raksasa itu, Dwikorita menekankan perlu ada kajian terlebih dulu dari ahli geoteknik.
Ia pun menyoroti kemungkinan penyebab munculnya lubang raksasa. Menurut Dwikorita, kemunculan lubang itu bisa jadi dipicu karena aktivitas manusia di sekitar lokasi. Sebab, amblesnya tanah di mulut lubang termasuk cepat.
"Secara alamaiah pun bisa terjadi, hanya kalau alamiah itu kecepatannya tidak tinggi. Kalau cepat runtuh biasanya awalnya dipicu manusia," kata Dwikorita.
"Alam sekali saja dipicu oleh manusia, itu akan berlanjut dan sulit direm."
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- sinkhole aceh tengah
- lubang raksasa aceh
- aceh tengah
- mahkota longsor
- dwikorita karnawati




