RSAL Jala Ammari tangani 9 korban kecelakaan kapal nelayan

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
Makassar (ANTARA) - RS Angkatan Laut (RSAL) Jala Ammari Kodaeral VI menangani para korban kecelakaan kapal ikan nelayan Rismawati Indah yang terbakar di Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, Sulawesi Selatan saat proses pembongkaran hasil tangkapan ikan.

Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz di Makassar, Selasa, menyampaikan para korban kecelakaan kapal ini telah diberikan penanganan medis yang cepat dan intensif di RSAL Jala Ammari Kodaeral VI.

“Apabila para korban harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut lagi maka kami akan rujuk ke rumah sakit yang bisa menangani korban tersebut," ujarnya.

Laksda TNI Andi Abdul Aziz mengatakan, semua korban nelayan yang mengalami kecelakaan di laut mendapatkan perawatan intensif untuk memastikan semuanya kembali pulih dan sehat.

Dankodaeral VI pun mengimbau kepada masyarakat khususnya pelaku aktivitas di kawasan pelabuhan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan aspek keselamatan kerja.

Ia menyatakan, cuaca ekstrem dan kondisi alat transportasi seperti kapal yang akan digunakan untuk diperiksa secara baik karena kondisi mesin dan bahan bakar dapat memicu terjadinya kejadian yang dapat membahayakan nyawa manusia.

"TNI Angkatan Laut menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat, sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara, serta kepedulian terhadap keselamatan para nelayan sebagai garda terdepan ekonomi maritim Indonesia," katanya.

Sementara itu, Kepala RSAL Jala Ammari Kodaeral VI Letkol Laut (K) dr. Suhadi menambahkan para korban setibanya di rumah sakit, langsung mendapatkan penanganan awal berupa triase yaitu prioritas penanganan medis berdasarkan tingkat kegawatdaruratan di IGD oleh tim kesehatan RSAL Jala Ammari Kodaeral VI.

“Korban yang mengalami luka-luka kami obati, yang menderita luka bakar kami rawat dengan menggunakan fasilitas Hiperbarik Chamber dan yang mengalami patah tulang akan kami lakukan tindakan operasi," tuturnya.

Akibat peristiwa tersebut, sembilan orang korban, seluruhnya berjenis kelamin laki-laki, mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda dan langsung di evakuasi ke RSAL Jala Ammari Kodaeral VI untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Adapun identitas korban yaitu Dg Gassing (37) kondisi luka berat, Dg Lanti’ (60) kondisi luka berat, Dg Tangga (65) kondisi luka ringan, Rusli Dg Ngewa (45) kondisi luka berat, Dg Rahmat (44) kondisi luka berat.

Kemudian Dg Itung (35) kondisi luka berat, Ardi (16) kondisi luka berat, Putra (16) kondisi luka berat dan Irisanga Dg Gadding (65) kondisi Luka berat.

Baca juga: BPBD Makassar evakuasi 9 korban kebakaran kapal di Paotere

Baca juga: RS TNI AL Jala Ammari hadirkan layanan Hyperbaric Chamber

Baca juga: Rumkital Jala Ammari Lantamal VI segera terima alat PCR dari Mabes


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Peringatkan Eks Bos-Bos BUMN Dipanggil Kejagung, Prabowo: Lu Jangan Nantang Gue!
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Jual Emas Perhiasan Tanpa Rugi, Ini Strategi dari Pegadaian
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Siswa SMA Kharisma Bangsa Raih Predikat Tertinggi di Cambridge Awards
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kebiasaan yang Dilakukan Pasangan untuk Ciptakan Hubungan Sukses Menurut Para Ahli
• 4 menit lalubeautynesia.id
thumb
Menag Nilai Inisiatif Dewan Perdamaian Prabowo Sejalan dengan Spirit Hudaibiyah
• 2 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.