Otorita IKN dan BI Gelar Pelatihan Pasca Panen Kopi Liberika bagi Petani

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Nusantara

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersinergi dengan Sekretariat Kerja Kantor Bersama Bank Indonesia menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi petani kopi liberika. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Agro Wisata Sukaraja pada Senin, 2 Februari 2026.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal dengan meningkatkan kualitas serta daya saing komoditas unggulan masyarakat di wilayah penyangga IKN.

Pelatihan yang berlangsung intensif selama dua hari ini melibatkan lebih dari 20 petani lokal yang berasal dari Desa Sukaraja, Desa Semoi, dan Desa Tengin Baru. Fokus utama program adalah memperdalam pemahaman teknis pengelolaan kopi secara menyeluruh serta penerapan standar mutu dalam rantai produksi.

Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Setia Lenggono, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas petani merupakan kunci utama dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar kawasan IKN.

"Penguatan kapasitas petani menjadi kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar IKN. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan petani memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, khususnya dalam proses pascapanen, sehingga kualitas kopi lokal dapat meningkat secara konsisten dan memiliki nilai tambah di pasar,” ujar Setia Lenggono.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Syachman Perdymer, menyatakan dukungan penuh Bank Indonesia terhadap ketahanan ekonomi lokal. Salah satu bentuk dukungannya adalah melalui pemberdayaan UMKM yang mengoptimalkan potensi kopi liberika di wilayah IKN.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan ini menghadirkan Edi Kuncoro dari P4S Rubath Kopi Jombang sebagai mentor. Peserta dibekali teori dan praktik mengenai praktik terbaik, mulai dari tahap panen, sortasi, fermentasi, hingga strategi pemasaran.

Edi Kuncoro menekankan bahwa disiplin dalam setiap tahapan pengolahan sangat krusial. Ia menyebutkan bahwa kesalahan kecil dalam proses pascapanen dapat menurunkan kualitas rasa dan aroma. 

"Kualitas kopi ditentukan dari hal-hal kecil yang sering dianggap sepele, mulai dari waktu panen, kebersihan saat sortasi, hingga kontrol fermentasi. Jika proses pascapanen dilakukan dengan benar dan konsisten, petani bisa menghasilkan kopi dengan karakter rasa yang stabil dan layak masuk kategori _specialty grade_ , yang tentu memiliki nilai jual jauh lebih tinggi,” ungkapnya.

Respons positif datang dari salah satu peserta asal Desa Tengin Baru, Bagio. Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru mengenai tahapan pascapanen yang benar. Selama ini, para petani cenderung mengolah kopi hanya berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa standar yang jelas.

Melalui kolaborasi ini, Otorita IKN berharap dapat membangun ekosistem pertanian kopi yang lebih profesional dan berkelanjutan. Peningkatan kualitas produk lokal diharapkan mampu memperluas akses pasar dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar, selaras dengan visi pembangunan IKN yang inklusif.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Mobil di Tol Jagorawi, Melibatkan Jetour & BMW
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Ressa Rizky Rosano Ungkap Isi Chat yang Dikirim Denada
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Daftar Harga iPhone 16 Series Februari 2026, Turun Drastis!
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Keinginan Anugrah Nikahi Pasangan Beda Agama Kandas di MK
• 15 jam laludetik.com
thumb
Pria di Depok Live TikTok Karaoke di Badan Jalan Bikin Warga Waswas
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.