MAKASSAR, KOMPAS — Sebuah kapal nelayan mengalami kebakaran mesin di Pelabuahn Paotere, Kota Makassar, Selasa (3/2/2026). Sembilan orang mengalami luka dan delapan di antaranya luka berat.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 05.00 Wita saat nelayan sedang membongkar ikan. Paotere, tempat perahu ini terbakar, adalah tempat pendaratan ikan dan pelabuhan kapal rakyat sekaligus. Letak keduanya bersebelahan.
Daeng Tola (45), salah seorang saksi mata mengatakan, peristiwa ini terjadi saat para nelayan sedang membongkar ikan. “Tiba-tiba terdengar ledakan dari mesin kapal dan terjadi kebakaran,” katanya.
Tim dari Badan Penanggulangam Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar yang mendapat laporan ini segera ke lokasi dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Angkatan Laut Jala Ammari Kodamar VI, tak jauh dari lokasi.
“Ada sembilan orang korban dan delapan di antaranya menderita luka berat. Seluruh korban saat ini dirawat di RS Angkatan Laut. Untuk penyebab kebakaran hingga kini masih diselidiki,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, HM Fadli Tahar, Selasa (3/2/2026).
Ke sembilan korban adalah Daeng Gassing (37), Lanti’ (60), Tangnga (65), Rusli Daeng Ngewa (45), Rahmat (44), Daeng Ngitung (35), Putra (16), dan Risanga Daeng Gadding (65).
“Korban yang mengalami luka-luka kami obati, yang menderita luka bakar kami rawat dengan menggunakan fasilitas hiperbarik chamber dan yang mengalami patah tulang akan kami lakukan tindakan operasi”, kata Kepala RSAL Jala Ammari Kodaeral VI, dr Suhardi.
Sementara itu, Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, memastikan para korban kecelakaan kapal ini mendapatkan penanganan medis yang cepat dan intensif.
“Apabila para korban harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut lagi maka kami akan rujuk ke rumah sakit yang bisa menangani korban tersebut,” lanjutnya.
Dia mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan pelabuhan, untuk meningkatkan kewaspadaan. “Untuk memperhatikan aspek keselamatan kerja, terutama terkait kondisi mesin dan bahan yang dapat memicu terjadinya kejadian yang bisa membahayakan nyawa manusia,” katanya.
Paotere adalah pelabuhan pendaratan ikan terbesar di Kota Makassar. Pelabuhan ini tercatat telah beroperasi sejak abad ke 14. Sedikitnya 50 ton ikan didaratkan di pelabuahan ini setiap hari. Dari Paotere, ikan-ikan tangkapan nelayan akan didistribusikan ke pasar-pasar tradisional, rumah makan, termasuk pedagang ikan keliling.
Jika salah satu bagian menjadi pendaratan ikan segar setiap pagi dan sore, maka bagian lain menjadi tempat berlayar kapal-kapal rakyat.
Setiap hari pelabuhan ini ramai oleh aktivitas bongkar muat barang serta naikturunnya penumpang dari dan menuju pulau-pulau di Selat Makasaar dan Kepulauan Spermode. Jejeran kapal rakyat di pelabuhan ini menjadi salah satu destinasi wisata di Makassar.




