Sungai Lebih Tinggi dari Jalan, Biang Kerok Banjir Daan Mogot

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Empat rumah pompa dan tiga saluran silang anyar bakal diandalkan untuk mengurangi banjir di Jalan Daan Mogot dan sekitarnya di Jakarta. Selama ini, banjir kerap merendam kawasan tersebut saat hujan lebat dalam waktu lama. Salah satu penyebab utama, posisi sungai lebih tinggi ketimbang jalan dan permukiman.

Proyek ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2022. Namun, rencana pembangunan saluran silang tak kunjung terwujud lantaran permasalahan dalam proses lelang. Vendor disebut tidak memenuhi kualifikasi.

Rencana tersebut lalu dilanjutkan kembali tahun 2025. Selain saluran silang, dibangun rumah pompa.

Proyeknya adalah sistem tata air Pompa Daan Mogot. Ini merupakan bagian dari 14 proyek jangka menengah (2025-2027) pengendalian banjir dan rob senilai Rp 2,62 triliun yang dikenal Jaktirta.

"Posisi Jalan Daan Mogot sudah di bawah Kali Mookervart. Perumahan di Cengkareng Timur dan Kedaung Kali Angke juga di bawah Kali Mookervart," ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum saat peninjauan Jalan Daan Mogot pada Selasa (3/2/2026).

Akibat posisi jalan dan permukiman yang lebih rendah ketimbang sungai menyebabkan pompa yang ada kurang optimal. Kondisi itu bertambah rentan karena saluran drainase juga tak optimal dan tersumbat sampah.

Oleh karena itu, dibangun kemudian Rumah Pompa Depag, Km 13, Km 13A, dan Rumah Pompa Km 13 B. Selain itu, ada saluran Gendong sisi utara sepanjang 2 km, Gendong sisi selatan sepanjang 2 km, dan saluran silang Jalan Raya Daan Mogot.

Pembangunan tersebut ditargetkan untuk mereduksi debit banjir pada sistem Polder Cengkareng dan Polder Kapuk Poglar, khususnya area rawan banjir di Jalan Daan Mogot, Kelurahan Kedaung Kali Angke, dan Kelurahan Cengkareng Timur. Rumah pompa dan saluran juga memperkuat sistem polder karena mempercepat pembuangan air sehingga banjir lebih cepat surut.

Situasi banjir

Banjir, misalnya, terjadi pada Januari tahun ini. Akibatnya, Jalan Daan Mogot arah Cengkareng macet parah. Kendaraan nyaris tak bergerak karena genangan air mencapai puluhan sentimeter (cm).

Sebagian pengendara sampai melawan arah lewat jalur Transjakarta, nekat menerobos banjir hingga kendaraan mogok, dan menyewa gerobak untuk mengangkut sepeda motor melintasi banjir.

Warga setempat turut menawarkan jasa memandu pengendara sepeda motor untuk menghindari banjir. Mereka melewati jalan-jalan perkampungan.

Baca JugaKelapa Gading dan Daan Mogot Masih Terendam Banjir, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan
Baca JugaJalan Daan Mogot Lumpuh

Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mencatat tinggi banjir di Jalan Daan Mogot antara 40-60 cm. Sementara di Kedaung Kali Angke dan Cengkareng Timur berkisar 30-50 cm. Banjir di permukiman tersebut surut 9-10 jam.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, seusai peninjauan banjir menyebut, terus menyiapkan Jakarta untuk menghadapi hujan deras. Selain menuntaskan normalisasi Sungai Ciliwung, Kali Cakung Lama, dan Kali Krukut, proyek tertunda lainnya bakal dibereskan.

"Jalan Daan Mogot Km 13 selama ini selalu banjir. Maka untuk itu dibangun rumah pompa, kapasitasnya sampai 7.000 liter per detik," ucap Pramono.

Kapasitas tambahan ini akan memperkuat pompa yang ada dengan kapasitas 900 liter per detik. "Pembangunan yang tidak terselesaikan, yang dimulai dari tahun 2022. Segera akan kami selesaikan," ujar Politisi PDI Perjuangan itu.

Selain rumah pompa dan saluran, Pemprov DKI Jakarta tengah menimang apakah diperlukan flyover (jalan layang) di Jalan Daan Mogot sepanjang 2 km.

Untuk kawasan lainnya merujuk program Jaktirta maka akan ada pembangunan dan kelengkapan sistem tata air Pompa Bulak Cabe di Kelurahan Cilincing, Waduk atau Embung Kebagusan dan Cilandak di Pondok Labu, dan tanggul pengaman pantai NCICD Fase A Tahap 3 Paket 2.

Baca JugaBanjir Warnai Minggu Pagi Warga Jakarta
Baca JugaPengendalian Banjir dan Rob, Jakarta Bangun 14 Proyek Jangka Menengah Jaktirta

Ada juga Sistem tata air Pompa Kayu Putih (Polder Kayu Putih), Pompa Kampung Sawah (Polder Sunter Timur II Petukangan Cakung) di Kelurahan Rawa Terate, dan Pompa Cilincing (Polder Sunter Timur II Kebantenan-KBN).

Selanjutnya akan dibangun sistem tata air Pompa Pegangsaan Dua dan Pompa Warung Jengkol, serta revitalisasi penataan DAS Polder Kamal Tahap I, serta Waduk atau Embung Sunter Hulu TIU, dan NCICD Fase A Tahap 3 Paket 1.

Di samping itu, dibuat sistem tata air Pompa Ancol beserta kelengkapannya, Pompa Kali Apuran (Polder Cengkareng Kalideres), dan Pompa Mangga Raya (Polder Kedoya Taman Ratu). Terakhir pengerjaan sistem tata air Pompa IKIP Baru, Pompa Cempaka Putih Barat, dan Cempaka Putih Jalan Suprapto (Polder Cempaka Putih).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Khamenei Peringatkan Potensi Perang Regional Jika AS Nekat Menyerang Iran
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komisi II Bahas RUU Pemilu, Perludem Usul Sistem Pemilu Campuran MMP
• 36 menit lalukumparan.com
thumb
Klaster Hunian di Cengkareng Diamuk Si Jago Merah, 16 Mobil Damkar Dikerahkan
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Mitigasi Bencana Hidrometeorologi, Pemprov DKI Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Prabowo Tegur Gubernur Bali soal Sampah: Pariwisata Tak Akan Bertahan jika Lingkungan Kotor
• 7 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.