MBMA meraup pendapatan tidak diaudit USD1,4 miliar sepanjang 2025 di tengah pelemahan harga nikel.
IDXChannel - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) meraup pendapatan tidak diaudit USD1,4 miliar sepanjang 2025 di tengah pelemahan harga nikel.
Pendapatan tersebut disumbang oleh tambang nikel PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) yang memproduksi 7 juta wet metric tonnes (wmt) saprolit. Produksi ini naik 42 persen (yoy) dan 14,7 juta wmt limonit, tumbuh 45 persen (yoy).
Direktur Utama Merdeka Battery, Teddy Oetomo mengatakan, kinerja MBMA didorong oleh peningkatan produktivitas penambangan, perluasan kapasitas armada, serta optimalisasi logistik.
"MBMA menunjukkan eksekusi yang disiplin di seluruh proyek penambangan, pengolahan, dan pengembangan hilir. Pada kuartal IV, perseroan mencatat kinerja operasional yang kuat sekaligus memajukan infrastruktur utama dan pengembangan HPAL yang akan mendorong fase pertumbuhan berikutnya," katanya dalam keterangan, Selasa (3/2/2026).
Meskipun terjadi peningkatan royalti dan biaya bahan bakar terkait kebijakan B40, biaya tetap terkendali dengan
baik berkat produktivitas yang lebih kuat dan volume produksi yang lebih tinggi. Operasi limonit terus menghasilkan margin yang stabil, mencerminkan efisiensi operasional dan manfaat skala,
Sementara itu, produksi Nickel Pig Iron (NPI) mencapai 73.871 ton. Margin meningkat secara tahunan, didukung oleh biaya yang lebih rendah dan peningkatan pasokan bijih internal.
MBMA melanjutkan produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) pada Oktober 2025 setelah memperoleh perjanjian offtake yang ekonomis, dengan total produksi 19.998 ton sepanjang 2025.
Meskipun volume produksi lebih rendah secara tahunan, peningkatan efisiensi biaya menghasilkan pemulihan margin yang signifikan pada 2025.
Selanjutnya, PT ESG New Energy Material (ESG) memproduksi 7.177 ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) pada kuartal IV-2025, didukung oleh dimulainya operasi Feed Preparation Plant serta pipa slurry dari tambang SCM.
Lalu PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) yang mengoperasikan proyek HPAL MBMA dengan kapasitas target 90.000 ton per tahun (tpa) MHP, telah mencapai 83 persen penyelesaian, dengan commissioning jalur pertama ditargetkan pada paruh kedua 2026.
Di pabrik AIM, yang dioperasikan oleh PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI), operasi berjalan stabil dengan proses commissioning berkelanjutan untuk fasilitas klorida dan pabrik katoda tembaga, termasuk keberhasilan produksi 321 ton pelat katoda berkualitas LME.
(DESI ANGRIANI)


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F02%2F01%2Fcac3d6d1-f280-4bac-ab1f-07d9a8ab4cf6.jpg)

