JAKARTA, KOMPAS.TV – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, menyoroti overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Menurutnya, pelabuhan tersebut berkapasitas sekitar 500 unit kapal, tetapi saat ini diisi lebih dari 1.500 kapal.
Kondisi tersebut, kata Titiek, mengakibatkan kapal yang baru datang dari melaut harus menunggu hingga delapan jam untuk dapat menurunkan hasil tangkapan mereka.
Selain tidak efisien, ia menilai kondisi tersebut sangat berbahaya karena jarak antarkapal terlalu rapat.
“Ini jelas tidak efisien dan lebih dari itu sangat berbahaya. Kapal-kapal terlalu rapat. Amit-amit kalau terjadi kebakaran, bisa habis semuanya,” ucapnya dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Pelabuhan Muara Angke, Selasa (3/2/2026), dikutip dari laman resmi DPR.
Baca Juga: Kondisi Muara Angke Memprihatinkan: Kapal-Kapal Semrawut, Nelayan Tak Bisa Melaut! | IU
Hal lain yang menjadi sorotan adalah banyaknya kapal rusak dan mangkrak di area pelabuhan. Bahkan, ada kapal bekas terbakar yang hanya menyisakan puing-puing.
“Kapal-kapal yang sudah tidak layak jalan, rusak, mangkrak, harus segera dikeluarkan. Ini mengganggu operasional pelabuhan dan yang paling merasakan dampaknya adalah para nelayan,” tegas Titiek.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV juga mendengarkan keluhan pemilik dan nakhoda kapal terkait lambannya proses perizinan berlayar.
Akibat dari kelambanan tersebut, kapal tertahan terlalu lama di pelabuhan.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- komisi iv dpr ri
- siti hediati soeharto
- pelabuhan muara angke
- overkapasitas pelabuhan muara angke
- jakarta utara
- Titiek Soeharto





