Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat, sepanjang tahun 2025, Indonesia untuk pertama kalinya berhasil menekan transaksi keuangan yang berkaitan dengan judi online.
Hal itu disampaikan Ivan Yustiavandana Kepala PPATK dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI, Selasa (3/2/2026).
“Terima kasih Bapak-bapak dan Ibu-ibu, tahun 2025 menjadi sejarah baru. Untuk pertama kalinya Indonesia berhasil menekan transaksi yang terkait dengan judi online,” kata Ivan di hadapan anggota Komisi III DPR RI.
Ivan menjelaskan, capaian tersebut merupakan bagian dari penguatan rezim Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) serta Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPSPM) yang terus diperkuat oleh PPATK.
Menurutnya, PPATK aktif menyampaikan rekomendasi strategis, termasuk percepatan tindak lanjut hasil analisis transaksi keuangan yang terindikasi terkait aktivitas ilegal, khususnya judi online.
“PPATK melakukan deteksi dini dengan menganalisis pola transfer masuk (incoming) dan transfer keluar (outgoing) dari dan ke wilayah Indonesia. Ini menjadi salah satu kunci dalam memetakan risiko,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, PPATK juga melakukan pemutakhiran dan pengamanan data pihak pelapor, termasuk langkah antisipatif terhadap potensi peretasan yang dapat mengganggu sistem pelaporan transaksi keuangan.
Dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik, Ivan menyebut PPATK turut berperan dalam fit and proper test pada proses seleksi jabatan strategis di berbagai institusi negara.
“PPATK mendukung penguatan governance, salah satunya melalui keterlibatan dalam proses seleksi jabatan strategis agar risiko keuangan dan integritas bisa ditekan sejak awal,” katanya.
Tak hanya itu, PPATK juga membangun sistem deteksi dini untuk mendukung program prioritas nasional. Salah satunya adalah pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas Presiden.
“Kami membangun sistem deteksi dini untuk program prioritas presiden. Untuk Makan Bergizi Gratis, kami menyebutnya dengan istilah Detak MBG,” jelas Ivan.
Ivan menegaskan, PPATK akan terus memperkuat kerja sama lintas lembaga guna memastikan sistem keuangan nasional terlindungi dari praktik pencucian uang, pendanaan terorisme, serta kejahatan keuangan lainnya. (faz/ham)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5439838/original/054909900_1765381514-persib_vs_bangkok.jpg)
