Merahputih.com - Presiden Prabowo Subianto mengundang sekitar 50 perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam dan pimpinan pondok pesantren ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (3/2) siang untuk mendiskusikan stabilitas dalam negeri serta peran strategis Indonesia di Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza.
Pertemuan dijadwalkan dilakukan pukul 14.00 WIB dan akan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah dan ulama dalam mengawal program strategis nasional di tengah dinamika global yang kian dinamis.
Baca juga:
Presiden Prabowo Adakan Pertemuan Dengan Ormas Islam, Bahas Dewan Perdamaian
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi kehadiran tokoh-tokoh besar dari berbagai entitas keagamaan, mulai dari PBNU, Muhammadiyah, MUI, hingga Persis dan Syarikat Islam. Menurutnya, pertemuan ini merupakan agenda rutin untuk menyelaraskan pandangan antara umara dan ulama.
"Hampir semua organisasi muslim ada, jumlahnya sekitar 40-50 orang. Diskusi tentang kondisi dalam negeri dan isu luar negeri," ujar Teddy Indra Wijaya saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa pagi.
Fokus Utama: Perdamaian Gaza dan Capaian PemerintahSelain membahas isu internal, agenda ini secara khusus menyoroti keterlibatan aktif Indonesia dalam Board of Peace (BoP) untuk wilayah Gaza. Teddy menegaskan bahwa komitmen Indonesia terhadap kemanusiaan dan perdamaian dunia menjadi salah satu poin krusial yang dipaparkan Presiden di hadapan para tokoh Islam.
"Ini pertemuan rutin 3-4 bulan sekali. Nanti kira-kira akan membahas tentang capaian pemerintah, program-program strategis, kemudian juga tentunya kondisi dalam negeri dan di luar negeri," tambah Seskab Teddy.
Baca juga:
Bertemu Abraham Samad dan Mantan Kabareskrim, Presiden Prabowo Minta Masukan soal Pemberantasan Korupsi
Kehadiran Tokoh Kunci Ormas IslamSejumlah petinggi ormas telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, membenarkan bahwa agenda utama yang diterima pihaknya adalah koordinasi terkait dewan perdamaian internasional.
"Ya, saya juga diundang siang ini. Yang sampai ke saya informasinya tentang BoP," ungkap Kiai Cholil.
Senada dengan itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyatakan akan hadir mendampingi Prof. Syafiq A. Mughni. Sementara dari pihak Nahdlatul Ulama, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf dipastikan hadir mewakili organisasi tersebut guna memberikan masukan strategis bagi pemerintahan Prabowo.





