JAKARTA, KOMPAS.TV - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengeklaim telah berhasil menekan transaksi judi online atau judol pada 2025.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyebut pencapaian tersebut merupakan sejarah baru karena baru pertama kalinya terjadi di Indonesia.
"Bapak-bapak, ibu-ibu, terima kasih bahwa tahun 2025 adalah sejarah baru, dan baru pertama kalinya Indonesia berhasil menekan transaksi terkait judi online," kata Ivan dipantau dari Breaking News KompasTV.
Baca Juga: PPATK: Mayoritas Pemain Judol Berpenghasilan Rp 5 Juta ke Bawah, Deposit Capai Rp 24 Triliun
Menurut Ivan, keberhasilan menurunkan transaksi judi online tersebut tak lepas dari ketegasan Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau bukan karena ketegasan bapak Presiden kita, bapak Prabowo Subianto, kita tidak pernah akan bisa mencapai sejarah menurunkan judi online, karena tekanannya memang luar biasa besar," tuturnya.
PPATK sebelumnya memprediksi perputaran dana judi online berpotensi terus meningkat seiring perkembangan teknologi finansial, aset kripto, dan berbagai platform digital lainnya.
Namun demikian, berkat sinergitas dan soliditas antarlembaga serta arahan Presiden Prabowo, PPATK dapat menekan angka transaksi judi online kurang dari Rp300 triliun.
"Jadi, kemajuan finctech, kripto dan segala macam itu, potensi judi online akan naik terus sampai Rp1.100 triliun, itu prediksi kami. Dan itu enggak pernah salah," ujarnya.
“Tapi, karena sinergisitas dan soliditas antar lembaga, kami, Komdigi, dan segala macam, sesuai dengan arahan Pak Presiden, kita bisa menekan sampai hanya kurang dari Rp300 triliun."
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- ppatk
- transaksi judi online
- judi online
- ppatk tekan transaksi judol
- sejarah baru
- penurunan transaksi judi online





