Liputan6.com, Jakarta - Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana menyatakan, ketegasan Presiden Prabowo Subianto membuat Indonesia kini mencatat sejarah bisa menurunkan angka transaksi kejahatan judi online.
"Kalau bukan karena ketegasan Bapak Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto, kita tidak pernah akan bisa mencapai sejarah menurunkan judi online karena tekanannya memang luar biasa besar," ujar Ivan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Advertisement
Menurut Ivan, kemajuan fintech, kripto dan segala potensi judi online akan naik terus hingga mencapai Rp 1.100 triliun. Namun, PPATK terus bersinergi dengan kementerian lembaga terkait seperti Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menekan laju transaksi judol.
"Karena sinergitas dan soliditas antar lembaga kami, Komdigi dan segala macam sesuai dengan tusinya masing-masing sesuai dengan arah Bapak Presiden kita bisa menekan sampai hanya kurang dari Rp 300 triliun, Rp 289 triliun," katanya.

