Garrya Bianti Yogyakarta, resor peraih One MICHELIN Key dari MICHELIN Guide 2025, menghadirkan program berbuka puasa bertajuk “Senja Berbuka Bersama” selama Ramadan 2026. Program ini mengusung konsep intimate iftar dengan pendekatan mindful eating, menyasar tamu yang mencari suasana berbuka yang lebih tenang dan jauh dari kebisingan kota.
“Kami ingin mengembalikan makna berbuka pada fitrahnya. Melalui suasana yang intimate, kami mengajak tamu bahwa kecukupan adalah kemewahan yang sebenarnya. Saat kita menikmati hidangan tanpa berlebihan, di situlah koneksi spiritual dan rasa syukur muncul,” kata Taruna, Food & Beverage Manager Garrya Bianti Yogyakarta, dalam rilis, Selasa (20/1).
Taruna menyebut, konsep berbuka puasa di Garrya Bianti menitikberatkan pada pengalaman. Garrya Bianti menawarkan suasana berbuka di area resor dengan ketenangan alam, termasuk latar tepi sungai, desain minimalis, serta lingkungan yang mendukung percakapan yang lebih intim. Pengalaman ini ditujukan bagi tamu yang ingin menjalani berbuka puasa dengan atmosfer yang lebih personal dibandingkan konsep buffet massal pada umumnya.
Dari sisi kuliner, hidangan dikurasi di bawah arahan Executive Chef Edy Santoso. Menu disajikan secara bergantian setiap hari, mencakup masakan lokal pilihan, sajian khas Timur Tengah, hingga curated Thai Food yang autentik. Menu disajikan dalam porsi yang tidak berlebihan agar setiap rasa dapat dinikmati secara mendalam, sekaligus mengedukasi tamu untuk meminimalisasi makanan yang terbuang.
“Kesadaran ini juga menjadi langkah nyata menghargai bumi dengan menekankan angka food waste, sebuah nilai yang selaras dengan kesucian Ramadan.”
Program “Senja Berbuka Bersama” menjadi bagian dari strategi Garrya Bianti Yogyakarta dalam menangkap tren kebutuhan masyarakat urban yang kini tidak hanya mencari kapasitas dan ragam menu, tetapi juga kualitas suasana saat berbuka puasa di Jogja.
“Melalui ‘Senja Berbuka Bersama’, Garrya Bianti tidak hanya menyajikan hidangan berbuka, tetapi memberikan standar baru dalam merayakan Ramadan yang berkualitas dan penuh kesadaran di Yogyakarta,” pungkas Edy.




