Banjir masih merendam permukiman warga di Kampung Penombo, Desa Harapanjaya, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Banjir yang terjadi selama kurang lebih satu bulan ini menyebabkan aktivitas warga terganggu dan akses transportasi darat lumpuh total.
Ketinggian air di sejumlah titik bervariasi. Di lokasi terdalam, genangan mencapai 2 meter, sementara di titik terendah berkisar antara 40 hingga 50 cm. Kondisi ini memaksa warga menggunakan perahu sebagai sarana transportasi utama, karena seluruh jalan permukiman terendam dan jalur air menjadi satu-satunya akses yang bisa dilalui.
Menurut warga setempat, Karim, banjir kemungkinan besar disebabkan oleh meluapnya Kali Citarum dan Kali Bekasi, ditambah hujan merata di wilayah hulu.
“Karena hujannya hampir merata, jadi yang di bawah sini yang terdampak banjir,” jelas Karim.
Baca juga: Banjir Rendam 161 Titik di Kabupaten Bekasi
Masyarakat Kampung Penombo sangat berharap adanya langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun pemerintah pusat. Mereka mendesak agar segera dilakukan penanganan serius untuk mempercepat penyusutan air.
Selain bantuan logistik, warga juga meminta solusi jangka panjang—seperti perbaikan tanggul yang permanen dan normalisasi sungai—agar bencana banjir ini tidak terus berulang setiap musim hujan.



