Liputan6.com, Jakarta - Meriyati Roeslani telah berpulang. Di usia seabad, istri Kapolri ke-5 Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso itu mengembuskan napas terakhirnya. Kepergiannya seolah menutup lembar terakhir perjalanan hidup bersama sang suami tercinta, yang lebih dulu wafat pada 14 Juli 2004. Kini, keduanya kembali bersatu dalam keabadian.
Sepanjang hidupnya, Meriyati dikenal sebagai sosok yang sederhana dan bersahaja. Sikap itu tumbuh dari keteladanannya terhadap Hoegeng, sosok jenderal yang terkenal jujur dan bersih.
Advertisement
Kekaguman Meriyati kepada suaminya bukan hanya karena pangkat dan jabatan, melainkan karena keteguhan prinsip yang selalu dia pegang. Bagi Meriyati, hidup sederhana adalah pilihan, bukan keterpaksaan.
Dia pun menjadi saksi setia atas kejujuran Hoegeng, yang kini semakin langka di kalangan pejabat. Salah satu peristiwa yang tak pernah dia lupakan terjadi saat Hoegeng menangani kasus penyelundupan.
Seorang perempuan pelaku kasus tersebut sempat mengirimkan berbagai barang mewah agar perkaranya tidak dilanjutkan. Namun tanpa ragu, Hoegeng dan Meriyati memilih mengembalikan semua pemberian itu.
Hoegeng bahkan pernah mengenang peristiwa tersebut. Saat pulang ke rumah, dia mendapati sebuah peti kayu besar berisi berbagai hadiah, mulai dari mesin cuci listrik, peralatan elektronik, hingga bahan pakaian mahal. Meski nilainya besar, semua barang itu sama sekali tidak menggoyahkan prinsipnya. Baginya, kehormatan jauh lebih berharga daripada harta.
Kesederhanaan juga tercermin dari kehidupan mereka sehari-hari. Rumah Hoegeng jauh dari kesan mewah. Tak ada perabot mahal atau barang-barang berlebihan. Dengan mengandalkan gaji sebagai perwira polisi, mereka hidup apa adanya. Namun Meriyati tak pernah menuntut lebih. Dia menerima kehidupan itu dengan ikhlas dan penuh rasa syukur.
Sebagai istri, Meriyati justru menjadi penopang utama bagi Hoegeng untuk terus berjalan di jalur kejujuran, meski harus hidup pas-pasan. Dukungan tulus itulah yang membuat Hoegeng tetap teguh menjaga integritasnya hingga akhir hayat.

