Polda Jatim Mulai Penyelidikan Insiden Kapal Miring di Surabaya yang Telan Satu Korban

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Polda Jawa Timur (Jatim) mulai melakukan penyelidikan dalam insiden kapal Pacific 88 yang mengalami kemiringan dan membuat kontainer berjatuhan hingga menelan satu korban jiwa di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (2/2/2026) kemarin.

Kombes Arman Asmara Dirpolairud Polda Jatim menjelaskan, pihaknya langsung menerjunkan tim untuk mengamankan TKP dan memulai proses pengumpulan keterangan
saat insiden itu terjadi.

“Kami menunjuk dua dari personel Gakum dari Seksi Intel dan Seksi Sidik, kemudian ditambah dengan personel patroli untuk mengamankan area wilayah tempat jatuhnya kontainer KM Pacific,” jelas Arman, Selasa (3/2/2026).

Berdasarkan hasil laporan awal, petugas mendapati empat peti kemas terjatuh. Selain itu seorang petugas Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) inisial K dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa itu.

“Di lapangan ini ditemukan ada sekitar empat kontainer yang jatuh dan di situ ada satu korban jiwa. Sementara kami mengecek sebab akibatnya,” jelasnya.

Arman menyatakan, proses penyelidikan masih berlangsung. Pihaknya akan menggandeng sejumlah stakeholder untuk menginvestigasi faktor penyebab kemiringan kapal saat proses bongkar muat.

“Kita akan melaksanakan penyelidikan dan berkoordinasi dengan stakeholder yang ada di maritim dalam mengungkap apa penyebab jatuhnya kontainer menyebabkan orang meninggal,” tuturnya.

Terkait dengan dugaan kelalaian saat proses bongkar muat, pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan. Arman menyebut seluruh bukti dan keterangan saksi masih dikumpulkan.

“Belum, masih sementara berproses,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, insiden kemiringan Kapal Pacific 88 hingga membuat petikemas berjatuhan terjadi di Dermaga Jamrud Selatan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (2/2/2026).

Dalam peristiwa tersebut, satu Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dilaporkan meninggal dunia dan ditemukan Tim SAR di perairan sejauh 1 mil dari lokasi kejadian.

Karlinda Sari Senior Manager Hukum dan Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 menjelaskan, insiden tersebut terjadi saat proses bongkar muat (BM) sekitar pukul 04.00 WIB.

Saat proses bongkar muat berlangsung, terjadi kemiringan kapal ke arah darat yang membuat kapal tidak seimbang dan memicu puluhan petikemas berjatuhan ke laut.

Karlinda menyatakan, pihaknya masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kemiringan kapal.

“Terjadi kemiringan kapal ke arah darat yang menyebabkan kondisi kapal menjadi tidak seimbang, sehingga beberapa petikemas jatuh ke laut di sisi dekat dermaga. Untuk penyebab kemiringan kapal masih diinvestigasi pihak terkait,” ujar Karlinda dikonfirmasi, Senin (2/2/2026). (wld/saf/ipg)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Emas 3 Februari 2026: Galeri24 dan UBS Kompak Merosot, Mana Lebih Murah?
• 11 jam lalumerahputih.com
thumb
Bu Rini Sebut Semua PPPK Paruh Waktu Belum Digaji, Ada yang Nol Rupiah?
• 52 menit lalujpnn.com
thumb
Belum Menentukan Angka Ideal Ambang Batas Parlemen, Demokrat Masih Menjaring Masukan
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Maarten Paes Resmi Gabung dengan Ajax Amsterdam, Kontrak hingga 2029
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Profil Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Direktur Utama BEI
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.