CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan proses peleburan atau merger 3 subholding hilir PT Pertamina (Persero) masih dalam proses finalisasi.
Awalnya, merger PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS) menjadi 1 entitas yang dinamakan Subholding Downstream ditarget rampung pada 1 Februari 2026.
"Ya, insyaallah itu merger atau penggabungan untuk melakukan meningkatkan produktivitas dan efisiensi itu kita berlakukan," ungkap Rosan saat ditemui di kompleks parlemen, Selasa (3/2).
Rosan belum bisa memastikan kapan aksi korporasi atau pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dilakukan. Ia menegaskan prosesnya sedang difinalisasi.
"Sekarang tanggal berapa? Nanti ya segera difinalkan, itu sedang kita finalisasi dan saya kira segera ya dalam waktu dekat," tutur Rosan.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menargetkan merger 3 subholding hilir rampung 1 Februari 2026. Awalnya, aksi korporasi itu ditargetkan selesai pada 1 Januari 2026.
"Kita usahakan go live 1 Februari," kata Simon saat ditemui di Istana Kepresidenan, Selasa (28/1).
Nantinya, setelah merger dilaksanakan, PT Pertamina Patra Niaga akan menjadi induk perusahaan, sebagai bagian dari transformasi pertamina di sektor hilir.
Tujuan utama program streamlining atau perampingan tersebut agar Pertamina bisa fokus pada bisnis inti di bidang minyak dan gas, pengolahan, distribusi energi, serta energi baru dan terbarukan.
Salah satu program streamlining yang dilakukan Danantara terhadap Pertamina adalah integrasi tiga sektor bisnis yang berperan menyediakan energi untuk masyarakat, yaitu commercial and trading, refinery dan petrochemical (kilang), serta logistik kelautan (marine/perkapalan).



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5491538/original/083194300_1770098971-WhatsApp_Image_2026-02-03_at_13.05.19.jpeg)

