Jakarta, VIVA – Isu pencemaran udara selama ini identik dengan asap kendaraan dan aktivitas industri. Padahal, sumber polusi justru kerap hadir di ruang yang paling sering ditempati manusia, yakni rumah.
Fakta ini terungkap saat menyoroti tingginya tingkat pencemaran udara dalam ruangan akibat penggunaan produk rumah tangga sehari-hari. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
“Tingkat pencemaran di dalam rumah bisa lebih tinggi, bisa 3–4 kali lipat,”ungkap Agustina Ciptarahayu, Founder & CEO Botanina dalam sesi workshop Urban Oasis: Aroma & Harmony di gelaran Spring/Summer 2026 Season Preview Uniqlo di Jakarta pada Minggu, 1 Februari 2026.
Menurutnya, pemahaman masyarakat tentang pencemaran masih terfokus pada faktor eksternal. Sejak bangku sekolah, sumber polusi sering dikaitkan dengan kendaraan bermotor dan pabrik, sementara paparan dari dalam rumah justru luput dari perhatian.
“Dari zaman kita sekolah, kita selalu diajarinnya sumber pencemaran tuh dari kendaraan motor. Cuman kita lupa bahwa apa yang kita pakai di dalam rumah itu bisa jadi mengandung zat-zat toksik,”jelasnya.
Produk yang digunakan di rumah jumlahnya tidak sedikit. Agustina menyebut, dari hasil pengamatan sederhana, satu rumah tangga bisa menggunakan puluhan jenis produk berbeda.
“Kita sempet ngadain riset kecil-kecilan, ada berapa produk sih yang bisa dikonsumsi rumah tangga. Sampai 50 jenis,” katanya.
Masalah muncul ketika sebagian besar produk tersebut mengandung bahan kimia komersial yang bersifat toksik. Paparan jangka panjang, meski tidak selalu menimbulkan efek instan, dapat memengaruhi kualitas udara dan kesehatan penghuni rumah.
“Dan semuanya itu tentunya punya pencemarannya. Kalo misalnya kita pakai bahan yang komersil toksik. Ini serem loh,” ujar Agustina.
Kesadaran itulah yang mendorongnya mencari pendekatan alternatif yang lebih ramah bagi tubuh dan lingkungan dengan meracik aroma essential oil. Bukan sekadar soal mengganti produk, melainkan mengubah cara pandang terhadap kebutuhan domestik.
Pendekatan berbasis aroma alami kemudian diperkenalkan sebagai salah satu upaya menciptakan lingkungan rumah yang lebih nyaman. Bagi Agustina, aroma bukan hanya soal wangi, tetapi juga pengalaman yang menyenangkan dan lebih bersahabat bagi pernapasan.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485697/original/029038600_1769524103-9.jpg)


