JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan satu Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pembajakan kapal di Somalia sudah dipulangkan.
“Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat PWNI dan juga KBRI Nairobi telah melakukan penanganan atas pembajakan kapal Liadong Yu, berbendera RRT di Somalia. Pada 15 Januari telah berhasil dipulangkan satu ABK WNI yang juga telah tiba dan pemulangan yang bersangkutan telah tiba di daerah asal yang bersangkutan,” kata Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Baca juga: BRIGADE Podcast Hari Ini: Teror di Lautan Somalia dan Kisah Pembebasan Sandera MV Sinar Kudus
Yvonne mengatakan, lima ABK lainnya masih berada di kapal tersebut dan dalam proses negosiasi untuk proses pemulangannya.
Dia mengatakan, negosiasi dilakukan KBRI Nairobi langsung dengan para pembajak untuk memastikan kondisi ABK.
“Untuk 5 ABK yang saat ini masih di atas kapal, KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi bersama dengan pihak berwajib untuk melakukan pendekatan dan negosiasi langsung dengan para pembajak untuk memastikan kondisi ABK atau WNI kita dalam keadaan aman dan juga sehat,” ujarnya.
Baca juga: KBRI Phnom Penh Ungkap 50 Persen WNI yang Masuk Tak Terindikasi Korban TPPO
Yvonne mengatakan, KBRI Nairobi melakukan negosiasi sesuai dengan arahan pemerintah pusat dalam hal ini Kemlu.
“KBRI Nairobi itu langsung. Langsung. Dengan arahan dari pusat dari Kemlu tentunya ya, dan juga bekerja sama dengan Direktorat PWNI,” ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang